Abstract: This research is motivated by the low critical thinking skills of students in Social Studies (IPS) in grade IV. Initial observations showed that out of 27 students, 17 students had not reached the Learning Mastery Criteria (KKTP). This study aims to improve students' critical thinking skills through the implementation of the Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) learning model. The research method used is Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles. Data collection was carried out through critical thinking skills test instruments to measure cognitive aspects and student activity observation sheets to monitor student engagement during the learning process. Data analysis techniques were performed quantitatively to calculate the average score and the percentage of classical mastery, and qualitatively through descriptive analysis for observation data. The results showed a significant increase in students' critical thinking skills. In the pre-cycle, the average student score was 65 with a mastery rate of 37%, increasing in Cycle I to 73.33 with 67% mastery, and peaking in Cycle II with an average of 75.18 and 81% mastery. With the achievement of the 80% success indicator, it can be concluded that the VAK learning model is effective in improving students' critical thinking skills in Social Studies.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS di kelas IV. Hasil observasi awal menunjukkan dari 27 siswa terdapat 17 siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes kemampuan berpikir kritis untuk mengukur aspek kognitif dan lembar observasi aktivitas siswa untuk memantau keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk menghitung rata-rata nilai dan persentase ketuntasan klasikal, serta secara kualitatif melalui analisis deskriptif untuk data hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan. Pada pra-siklus, rata-rata nilai siswa sebesar 65 dengan ketuntasan 37%, meningkat pada siklus I menjadi 73,33 dengan ketuntasan 67%, dan mencapai puncaknya pada siklus II dengan rata-rata 75,18 serta ketuntasan 81%. Dengan tercapainya indikator keberhasilan sebesar 80%, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran VAK efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS.
Copyrights © 2026