Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa serta kecenderungan perilaku belajar pasif dan ketergantungan berlebihan pada teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap kemampuan berpikir kritis dengan perilaku belajar sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Sampel sebanyak 96 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang dipilih melalui proportionate random sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square. Hasil menunjukkan penggunaan ChatGPT dan perilaku belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi perilaku belajar. Kesimpulannya, penggunaan ChatGPT yang diimbangi perilaku belajar aktif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Copyrights © 2026