Kemampuan pemecahan masalah matematika dalam aritmatika sosial seringkali terhambat oleh kesulitan siswa dalam memahami soal cerita dan menghubungkan konsep abstrak dengan situasi kehidupan nyata. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dan Pendidikan Matematika Realistis (RME) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis siswa kelas tujuh. Dengan menggunakan metode Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR), 15 artikel ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2026 dianalisis. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kedua model tersebut efektif meningkatkan kinerja siswa, keduanya menawarkan keunggulan yang berbeda. PBL secara signifikan memperkuat berpikir kritis dan membantu siswa mengatasi kesalahan perhitungan sistematis melalui investigasi terstruktur. Sementara itu, pendekatan RME terbukti lebih unggul dalam menjembatani konsep matematika abstrak melalui konteks dunia nyata yang familiar, seperti seni kuliner lokal dan permainan. Secara khusus, sintesis hasil penelitian menunjukkan bahwa RME lebih efektif daripada PBL dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kreatif dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Oleh karena itu, meskipun keduanya merupakan strategi pembelajaran yang valid, RME berfungsi sebagai alternatif utama untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam dan kontekstual serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam aritmatika sosial.
Copyrights © 2026