Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi secara mendalam nilai-nilai pendidikan muamalah yang terkandung dalam kitab Tanqīḥ al-Qaul al-Ḥatsīts fī Syarḥ Lubāb al-Ḥadīts karya Syekh Nawawi al-Bantani serta menganalisis relevansi dan aktualisasinya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) dan menerapkan teknik analisis isi (content analysis) terhadap sekitar 400 hadis yang disyarah oleh Syekh Nawawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan muamalah dalam kitab tersebut terstruktur dalam lima poros utama, yaitu tanggung jawab dan amanah, penghormatan terhadap martabat manusia (iḥtirām), empati sosial, sinergi kerja sama (ta‘āwun), dan keadilan distributif. Temuan ini mengindikasikan bahwa Syekh Nawawi merekonstruksi konsep muamalah tidak hanya sebagai regulasi interaksi lahiriah, tetapi juga sebagai manifestasi spiritualitas yang berorientasi pada pembentukan kesalehan sosial. Dalam konteks modernitas, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang signifikan sebagai kerangka etis dalam merespons tantangan dekarakterisasi generasi Z di era digital. Aktualisasi nilai dilakukan melalui internalisasi nilai secara holistik, penguatan keteladanan pendidik (uswah ḥasanah), serta rekonstruksi budaya institusi pendidikan yang adaptif terhadap dinamika Society 5.0. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa khazanah intelektual klasik Nusantara memiliki kontribusi strategis dalam menyediakan landasan etis yang kokoh untuk membentuk manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas secara moral dan sosial.
Copyrights © 2026