Manajemen waktu guru merupakan komponen strategis dalam menjaga kualitas layanan pendidikan, khususnya di sekolah yang mengemban program berlapis. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen waktu tenaga pendidik di SD Negeri Kalisemo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang secara bersamaan menjalankan program Adiwiyata Tingkat Provinsi dan mengimplementasikan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA). Analisis dilakukan menggunakan kerangka fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, Controlling, dan Evaluating (POACE), diperkuat dengan diagnosis akar masalah melalui Diagram Fishbone (6M). Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam semi-terstruktur dan telaah dokumen kurikulum (KSP, PROTA, Jadwal Pelajaran). Penelitian melibatkan dua narasumber: seorang guru kelas berstatus PPPK tersertifikasi dan seorang murid kelas V sebagai representasi perspektif penerima layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan fungsi POACE dengan cukup baik, namun ditemukan kerentanan sistemik berupa konflik alokasi waktu antara proyek Adiwiyata dan jam pelajaran inti, khususnya Koding. Identifikasi melalui Fishbone menemukan enam kategori akar masalah: faktor manusia (kelelahan dan kompetensi ganda), metode (absennya SOP konflik jadwal), teknologi (keterbatasan fasilitas), kurikulum (kepadatan 42 JP/minggu), evaluasi (tidak adanya instrumen beban kerja), dan lingkungan (tuntutan ganda program). Penelitian ini merekomendasikan: (1) perencanaan terintegrasi dan adaptif berbasis risiko, (2) audit beban kerja periodik, (3) formalisasi instrumen evaluasi berbasis perspektif murid, dan (4) penguatan komunitas belajar sebagai modal sosial manajemen waktu kolaboratif.
Copyrights © 2026