Perceraian orang tua merupakan salah satu bentuk adverse childhood experiences (ACE) yang dapat memunculkan dampak psikologis jangka panjang hingga masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan Trauma-Informed Care (TIC) berbasis nilai Islam dalam pendampingan mahasiswa yang mengalami trauma akibat perceraian orang tua melalui studi kasus di Bengkulu. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu menganalisisnya secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip keamanan, kepercayaan, kolaborasi, pemberdayaan, serta integrasi spiritual Islam memperkuat pemulihan emosional dan sosial subjek. Mahasiswa menunjukkan penurunan kecemasan dan emotional flashback serta peningkatan regulasi emosi melalui zikir, doa, dan jurnal perasaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi TIC dengan nilai Islam dalam konteks konseling perguruan tinggi di Indonesia, yang memberikan kontribusi ilmiah berupa model pendampingan yang adaptif secara budaya dan spiritual. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa integrasi TIC dan nilai Islam dapat menjadi pendekatan efektif dalam layanan Bimbingan dan Konseling Islam bagi mahasiswa dengan trauma keluarga.
Copyrights © 2026