Betry Afrin Siska
Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Kota Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA PERGESERAN TERMINOLOGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) KE NEURODIVERGENT: LITERATURE REVIEW Diana Zumrotus Sa'adah; Nurselly; Betry Afrin Siska; Bayu Brhawijaya
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18068

Abstract

Fenomena pergeseran istilah dari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ke neurodivergent mencerminkan perubahan paradigma pendidikan inklusif di Indonesia. Istilah ABK masih dominan digunakan karena fungsinya yang administratif, namun berakar pada paradigma medis yang cenderung menimbulkan stigma. Sebaliknya, neurodivergent menawarkan perspektif humanis dengan menekankan keragaman neurologis sebagai bagian dari variasi alami manusia. Penelitian ini bertujuan menelusuri perkembangan wacana pergeseran terminologi tersebut dalam literatur lima tahun terakhir serta implikasinya terhadap pendidikan inklusif. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa meski istilah ABK masih dominan, wacana neurodivergent mulai diadopsi dan berimplikasi positif pada praktik inklusif berbasis kekuatan. Namun, penerapannya masih terkendala minimnya pemahaman masyarakat, regulasi resmi, dan kuatnya dominasi istilah ABK. Oleh karena itu, adopsi istilah neurodivergent perlu dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan guru, dan penguatan literasi publik.
INTEGRASI TRAUMA-INFORMED CARE BERBASIS NILAI ISLAM DALAM PENDAMPINGAN MAHASISWA DENGAN TRAUMA PERCERAIAN ORANG TUA: STUDI KASUS DI BENGKULU Asti Haryati; Nurselly; Betry Afrin Siska; Ami Kurnia Melinsi; Nia Zazqiah Novarianti; Reka; Revandi Hadikusuma
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18422

Abstract

Perceraian orang tua merupakan salah satu bentuk adverse childhood experiences (ACE) yang dapat memunculkan dampak psikologis jangka panjang hingga masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan Trauma-Informed Care (TIC) berbasis nilai Islam dalam pendampingan mahasiswa yang mengalami trauma akibat perceraian orang tua melalui studi kasus di Bengkulu. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu menganalisisnya secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip keamanan, kepercayaan, kolaborasi, pemberdayaan, serta integrasi spiritual Islam memperkuat pemulihan emosional dan sosial subjek. Mahasiswa menunjukkan penurunan kecemasan dan emotional flashback serta peningkatan regulasi emosi melalui zikir, doa, dan jurnal perasaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi TIC dengan nilai Islam dalam konteks konseling perguruan tinggi di Indonesia, yang memberikan kontribusi ilmiah berupa model pendampingan yang adaptif secara budaya dan spiritual. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa integrasi TIC dan nilai Islam dapat menjadi pendekatan efektif dalam layanan Bimbingan dan Konseling Islam bagi mahasiswa dengan trauma keluarga.