Penurunan moral dan terkikisnya identitas budaya siswa kini semakin mengkhawatirkan akibat penggunaan media sosial yang terus menerus tanpa kontrol diri yang memadai. Upaya pencegahan melalui layanan bimbingan klasikal di sekolah sering kali belum optimal karena masih didominasi metode konvensional yang membosankan dan kurang menyentuh akar permasalahan kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pencegahan baru dengan menguji efektivitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) ke dalam layanan bimbingan klasikal guna mengonsolidasi budaya siswa. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis terhadap sumber berupa Jurnal, lalu selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gabungan teknik CBT, memiliki validitas teoretis yang tinggi untuk diterapkan dalam format klasikal. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu merestrukturisasi keyakinan dan pola pikir irasional siswa akibat pengaruh tren viral. Dengan mengkobinasikan bimbingan klasikal dan pendekatan Cognitive Behaviour Therapy, perlakuan ini berfungsi membangun kesadaran yang melatih nalar kritis siswa. Kesimpulannya, perlakuan ini menjadi solusi untuk membantu siswa menyaring budaya asing dan memperkuat identitas budaya diri sendiri secara mandiri di tengah gempuran era digital.
Copyrights © 2026