Tradisi Bakayu dan Mangampiang merupakan praktik sosial budaya masyarakat Minangkabau yang dilaksanakan dalam konteks takziah sebagai bentuk solidaritas sosial, empati, dan gotong royong. Bakayu dilakukan oleh kaum laki-laki melalui kegiatan menyiapkan kayu bakar, sedangkan Mangampiang dilakukan oleh kaum perempuan dengan mengolah beras ketan menjadi ampiang. Seiring dengan perkembangan modernisasi dan perubahan teknologi, pelaksanaan kedua tradisi ini mengalami transformasi, terutama pada aspek teknis dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perubahan serta keberlanjutan nilai-nilai sosial dan religius dalam tradisi Bakayu dan Mangampiang di Nagari Batipuah Baruah, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi perubahan dalam praktik pelaksanaan, seperti berkurangnya penggunaan kayu bakar dan penyederhanaan proses Mangampiang, nilai-nilai solidaritas, kebersamaan, empati, dan religiusitas tetap terjaga. Transformasi ini mencerminkan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi terhadap modernisasi tanpa menghilangkan esensi budaya lokal. Dengan demikian, tradisi Bakayu dan Mangampiang tetap berperan penting dalam memperkuat identitas budaya dan kohesi sosial masyarakat Minangkabau.
Copyrights © 2025