Fenomena herding behavior dalam pengambilan keputusan investasi semakin relevan seiring meningkatnya partisipasi investasi di kalangan aparatur sipil negara, termasuk pegawai pajak yang bekerja dalam lingkungan organisasi dengan budaya kolektif yang kuat. Interaksi sosial yang intens, nilai kebersamaan, dan kepercayaan antarpersonal berpotensi mendorong pegawai untuk mengikuti keputusan kelompok, sehingga menimbulkan tantangan budaya organisasi dalam perspektif manajemen strategik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis herding behavior pegawai pajak sebagai refleksi dinamika budaya organisasi serta implikasinya terhadap pengelolaan sumber daya manusia secara strategis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dan observasi kontekstual. Subjek penelitian adalah pegawai pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bengkulu Dua yang memiliki pengalaman dalam pengambilan keputusan investasi pribadi. Data dianalisis secara induktif melalui proses reduksi, kategorisasi tematik, dan penarikan makna interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herding behavior terbentuk melalui rasionalitas kolektif yang berkembang dalam budaya organisasi yang kohesif, di mana keputusan investasi individu banyak dipengaruhi oleh rekomendasi dan pengalaman rekan kerja. Perilaku tersebut menimbulkan kesenjangan antara nilai formal organisasi yang menekankan profesionalisme dan praktik informal dalam keseharian pegawai. Dalam perspektif manajemen strategik, temuan ini menegaskan perlunya pengelolaan budaya organisasi yang adaptif agar kohesivitas sosial tidak berkembang menjadi konformitas berlebihan yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan pegawai dan keberlanjutan kinerja organisasi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa herding behavior merupakan tantangan budaya organisasi yang perlu dikelola secara strategis agar kebersamaan tetap terjaga tanpa mengurangi kemandirian pegawai dalam mengambil keputusan.
Copyrights © 2026