Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas narasi visual pada kampanye sosial digital dalam mengubah kesadaran kritis komunitas muda di Sumatera Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan observasi digital dan wawancara mendalam terhadap 15 penggerak komunitas pemuda di Medan dan Deli Serdang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa narasi visual yang menggabungkan elemen lokalitas (bahasa dan simbol daerah) dengan estetika minimalis modern memiliki tingkat keterikatan (engagement) 45% lebih tinggi dibandingkan konten informatif murni. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi variabel "kedekatan kultural" sebagai moderator utama efektivitas pesan sosial di media miring. Simpulan penelitian menegaskan bahwa narasi visual bukan sekadar pendukung teks, melainkan instrumen utama dalam membentuk persepsi urgensi isu sosial di kalangan Gen-Z Sumatera Utara. Hasil ini berkontribusi pada strategi komunikasi publik bagi organisasi non-profit dalam merancang kampanye yang lebih presisi secara kultural.
Copyrights © 2025