Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat delay of gratification mahasiswa dan hubungannya dengan perilaku penggunaan layanan paylater, nilai-nilai materialisme, serta perbandingan sosial. Menggunakan instrumen Delaying Gratification Inventory (DGI) yang dikembangkan berdasarkan teori Funder dan Block (1989), penelitian survei kuantitatif ini melibatkan 241 mahasiswa aktif sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor rata-rata DGI berada pada kategori sedang (M = 113,49; SD = 16,28), dengan domain sosial dan pencapaian memperoleh skor tertinggi, sedangkan domain kenikmatan fisik memperoleh skor terendah. Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa delay of gratification berkorelasi negatif signifikan dengan nilai materialisme (r = -0,290; p < 0,001), namun tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan perilaku penggunaan paylater secara langsung (r = -0,045; p > 0,05). Tidak terdapat perbedaan signifikan pada skor DGI berdasarkan jenis kelamin (t = -0,826; p = 0,410). Reliabilitas instrumen tergolong sangat baik dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,881. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor situasional dan normatif memiliki peranan penting dalam perilaku penggunaan paylater, tidak semata-mata ditentukan oleh kapasitas delay of gratification individu.
Copyrights © 2026