Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Adaptasi Alat Ukur Criminal Sentiments Scale-Modified Kayla afifa; Fauziah Taslim
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v3i2.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi Criminal Sentiments Scale–Modified (CSS-M) ke dalam konteks budaya Indonesia guna mengukur sikap kriminal sebagai salah satu faktor yang berperan dalam perilaku residivisme. Sikap kriminal mencakup pembenaran terhadap pelanggaran hukum, sikap negatif terhadap aparat penegak hukum, serta kecenderungan mengidentifikasi diri dengan individu yang memiliki perilaku kriminal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain adaptasi alat ukur berdasarkan pedoman International Test Commission (ITC). Subjek penelitian berjumlah 30 klien Balai Pemasyarakatan yang dipilih untuk menguji karakteristik psikometrik instrumen. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan uji reliabilitas serta validitas konstruk dengan teknik korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas yang baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,798, serta terdapat 21 item yang dinyatakan valid dengan proporsi sebesar 51,22% dari total item yang diuji.
Pengaruh Delay of Gratification terhadap Perilaku Penggunaan Layanan Paylater pada Mahasiswa: Tinjauan Berbasis Delaying Gratification Inventory Huriah Febri Ariani; Sarah Ainil Putri; Fauziah Taslim
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dcvnaw76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat delay of gratification mahasiswa dan hubungannya dengan perilaku penggunaan layanan paylater, nilai-nilai materialisme, serta perbandingan sosial. Menggunakan instrumen Delaying Gratification Inventory (DGI) yang dikembangkan berdasarkan teori Funder dan Block (1989), penelitian survei kuantitatif ini melibatkan 241 mahasiswa aktif sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor rata-rata DGI berada pada kategori sedang (M = 113,49; SD = 16,28), dengan domain sosial dan pencapaian memperoleh skor tertinggi, sedangkan domain kenikmatan fisik memperoleh skor terendah. Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa delay of gratification berkorelasi negatif signifikan dengan nilai materialisme (r = -0,290; p < 0,001), namun tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan perilaku penggunaan paylater secara langsung (r = -0,045; p > 0,05). Tidak terdapat perbedaan signifikan pada skor DGI berdasarkan jenis kelamin (t = -0,826; p = 0,410). Reliabilitas instrumen tergolong sangat baik dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,881. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor situasional dan normatif memiliki peranan penting dalam perilaku penggunaan paylater, tidak semata-mata ditentukan oleh kapasitas delay of gratification individu.
Gambaran Resiliensi Pedagang Pasca Covid-19 Putri Amalia; Ananda Tri Suci; Nurhayani Lubis; Della Febriyanti; Verga Rimarsha Sabri; Miftahur Rizqi; Fauziah Taslim
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vpyz0924

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak besar terhadap kelangsungan usaha pedagang kecil di Kota Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat resiliensi pedagang pasca pandemi dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sebanyak 100 responden dipilih dengan metode pengambilan sampel acak. Pengukuran yang digunakan adalah skala resiliensi yang dikembangkan oleh Prince-Embury (2016), mencakup tiga aspek: sense of mastery, sense of relatedness, dan emotional reactivity. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas pedagang berada pada kategori resiliensi sedang (43%) dan tinggi (26%). Temuan ini mencerminkan kapasitas adaptif yang cukup kuat dalam menghadapi tekanan ekonomi dan sosial pascapandemi. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan psikososial dan strategi pemberdayaan komunitas dalam memperkuat ketahanan psikologis kelompok rentan secara ekonomi.