Dibandingkan dengan bidang lainya, kiprah ulama perempuan di politik masih jarang. Namun, di Pantai Utara Jawa (Pantura), terdapat ulama perempuan yang selain mengampu pondok pesantren juga melakukan dakwah politik dengan terjun ke politik praktis. Tulisan ini bertujuan menganalisa bagaimana konstruksi sosial atas dakwah politik yang mereka lakukan. Guna mendapat jawaban, maka jenis penelitianya adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Key person penelitian ini adalah Nyai DN pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang dari PKB. Lalu, ada pula Nyai RJ, pengasuh pondok pesantren Al Hamidiyah Lasem dan menjadi ketua Wanita Persatuan, PPP. Teori yang digunakan adalah Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah politik ulama perempuan merupakan hasil kontruksi sosial yang terbentuk melalui dialektika secara simultan antara pengetahuan ulama perempuan dengan realitas sosial melalui mekanisme internalisasi, obyektifikasi, dan eksternalitas. Basis dakwah politik ulama perempuan yaitu pemikiran bahwa politik sebagai jihad untuk perbaikan nasib perempuan. Pemikiran ini diperoleh melalui pengalaman yang diinternalisasikan secara terus menerus oleh significant others yaitu lingkungan keluarga, bapak maupun suami yang terlebih dahulu terjun ke politik, dan juga habituasi pengalaman organisasi. Ulama Perempuan mengeksternalisasi pengetahuan yang sudah diobyektivasi dengan tindakan dakwah politik secara kultural dan struktural.
Copyrights © 2024