This study aims to analyze the financial performance of PT Bukalapak.com Tbk using financial ratios during the period 2021–2024. The research method employed is a descriptive quantitative approach utilizing secondary data in the form of published annual financial statements of PT Bukalapak.com Tbk. Financial performance analysis is conducted through liquidity, solvency, and profitability ratios. Liquidity ratios are measured using the Current Ratio, Quick ratio, and Cash Ratio, solvency ratios are measured using the Debt to Asset Ratio and Debt to Equity Ratio, while profitability ratios are measured using Net Profit Margin, Return on Assets, and Return on Equity. The results indicate that PT Bukalapak.com Tbk demonstrates a very strong level of liquidity and solvency, reflecting the company’s ability to meet short-term obligations and its low dependence on debt financing. However, the company’s profitability performance shows significant fluctuations. In 2021 and 2022, the company recorded profits, while in 2023 and 2024 it experienced losses. This condition indicates that the company still faces challenges in managing operational costs and optimizing the utilization of assets and equity to generate sustainable profits. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Bukalapak.com Tbk dengan menggunakan rasio keuangan selama periode 2021–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT Bukalapak.com Tbk yang telah dipublikasikan. Analisis kinerja keuangan dilakukan melalui rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Rasio likuiditas diukur menggunakan Current Ratio, Quick ratio, dan Cash Ratio, rasio solvabilitas diukur menggunakan Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio, sedangkan rasio profitabilitas diukur menggunakan Net Profit Margin, Return on Assets, dan Return on Equity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bukalapak.com Tbk memiliki tingkat likuiditas dan solvabilitas yang sangat baik, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek serta rendahnya ketergantungan terhadap pendanaan berbasis utang. Namun demikian, kinerja profitabilitas perusahaan mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pada tahun 2021 dan 2022 perusahaan masih mencatat laba, sedangkan pada tahun 2023 dan 2024 perusahaan mengalami kerugian. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengendalikan biaya operasional serta mengoptimalkan pemanfaatan aset dan ekuitas untuk menghasilkan laba secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026