SELODANG MAYANG
Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Selodang Mayang

EFEKTIVITAS PENGGUNA JASA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN WASTE PEMBESIAN

Akbar Alfa (Prodi Teknik Sipil Universitas Islam Indragiri)
Kharisma Permata Sari (Universitas Putra Indonesia YPTK)
Elsa Widara Pramisti (Universitas Putra Indonesia YPTK)



Article Info

Publish Date
12 Apr 2026

Abstract

Building construction is a crucial aspect of infrastructure development, involving architectural planning, civil engineering, and project management. This research focuses on analyzing rebar waste in the Basko City Mall construction project in Padang, which can affect project efficiency and costs. The applied research method is a mixed-method approach, integrating quantitative and qualitative data to evaluate material utilization. Quantitative data includes planned values from the Budget Plan (RAB) and actual material volumes used on-site, while qualitative data was obtained through interviews with relevant parties. The findings show material volume discrepancies, with surpluses of 384 D16 rebars, 176 D13 rebars, and 164 M8 wiremesh sheets. There were also material shortages for D19 rebars, D10 rebars, and M10 wiremesh. The total waste cost reached Rp. 68,628,844.61 (approximately $4,500). Unused excess material potentially causes budget waste, making leftover material management crucial for cost reduction and waste minimization. This study recommends comprehensive evaluation of project planning and execution processes, along with better leftover material management. Suggestions for future research include using more accurate data and updated software for more detailed analysis, as well as tracking construction material waste from project commencement. Konstruksi gedung merupakan aspek penting dalam pengembangan infrastruktur, melibatkan perencanaan arsitektur, teknik sipil, dan manajemen proyek. Penelitian ini berfokus pada analisis waste pembesian dalam proyek pembangunan Basko City Mall di Padang, yang dapat memengaruhi efisiensi dan biaya proyek. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode gabungan, mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi pemanfaatan material. Data kuantitatif mencakup nilai rencana dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan volume material yang digunakan di lapangan, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan adanya selisih volume material, dengan kelebihan besi D16 sebanyak 384 batang, D13 sebanyak 176 batang, dan wiremesh M8 sebanyak 164 lembar. Selain itu, terdapat kekurangan material untuk besi D19, D10, dan wiremesh M10. Total biaya waste mencapai Rp. 68.628.844,61. Kelebihan material yang tidak terpakai berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran, sehingga pengelolaan material sisa menjadi penting untuk mengurangi biaya dan meminimalkan limbah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan proyek serta pengelolaan sisa material yang lebih baik. Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup penggunaan data yang lebih akurat dan software terbaru untuk analisis yang lebih mendetail.

Copyrights © 2026