Salah satu ulama terkemuka yang memberikan keterangan terhadap kitab-kitab tafsir klasik adalah Muhammad Husayn al-Dzahabī melalui kitabnya al-Tafsīr wa al-Mufassirūn. Di antara kitab tafsir yang dibahas adalah Haqā’iq al-Tafsīr karya karya al-Sulamī, yang bercorak sufistik. Dalam kitabnya tersebut, al-Dzahabī memaparkan pandangannya terhadap karakter dan metode tafsir sufistik yang digunakan oleh al-Sulamī. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis pandangan al-Dzahabī terhadap kitab tafsir Haqa’iq at-Tafsir karya al-Sulamī. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analisis, data diperoleh melalui kajian pustaka terhadap literatur-literatur terkait. Analisis dilakukan dengan melihat bagaimana pandangan dan kritik al-Dzahabī terhadap tafsir sufistik al-Sulamī dan menyingkap posisi metodologis al-Dzahabī terhadap tafsir sufistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Dzahabī mengakui nilai spiritual serta dimensi keimanan yang terkandung dalam tafsir al-Sulamī. Pada dasarnya, ia tidak menolak secara keseluruhan karya Haqā’iq al-Tafsīr, bahkan dalam beberapa bagian tampak memberikan pembelaan melalui tanggapan yang proporsional terhadap berbagai kritik yang diajukan oleh para ulama. Sikap tersebut merefleksikan pendekatan yang moderat dan ilmiah dalam menilai tafsir sufistik, yakni dengan tetap menghargai aspek spiritualitas tanpa mengabaikan ketelitian metodologis dalam proses penafsiran. Penelitian ini berkontribusi terhadap penerimaan tafsir isyārī dalam konteks yang lebih luas dari penafsiran al-Qur’an berdasarkan pandangan Dhahabī.
Copyrights © 2026