Pulau Jawa merupakan “pulau yang kaya keanekaragaman hayati. Obat tradisional pada etnis Suku Osing umumnya masih dalam bentuk yang sederhana. Bahan baku yang diambil dari alam setelah dibersihkan biasanya langsung digunakan dalam bentuk segar dengan cara direndam atau direbus, kemudian diminum, diolah dengan cara dihaluskan dan ditumbuk/dipanaskan dalam bungkusan daun. Pengetahuan dan pemanfaatan tanaman obat masih minim, terutama dalam pengolahannya menjadi sediaan yang efektif dan efisien agar mudah digunakan. Sirih hijau (Piper betle) merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional terutama pada bagian daunnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang khasiat tanaman sirih hijau sekaligus mendorong warga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam tanaman tersebut sebagai tanaman obat keluarga serta dapat mengolah simplisia sirih hijau sebagai teh herbal untuk digunakan sebagai minuman berkhasiat obat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, edukasi materi tentang daun sirih hijau, dan pelatihan pembuatan teh herbal. Edukasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner yang dibagikan sebelum (pretest) dan sesudah (post-test) pemberian materi. Hasil pretest menunjukkan bahwa pengetahuan dan minat warga untuk membudidayakan tanaman sirih hijau masih kurang. Namun, hasil post-test menunjukkan bahwa pengetahuan mereka menjadi meningkat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan warga tentang tanaman berkhasiat obat daun sirih hijau (Piper betle).”
Copyrights © 2026