Infeksi jamur kulit seperti panu dan kurap masih sering terjadi pada masyarakat Desa Tebedak 2 akibat iklim lembap, kebiasaan higienitas yang kurang optimal, serta minimnya pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif penanganan awal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit jamur kulit dan melatih keterampilan pembuatan salep anti jamur berbasis ekstrak mengkudu sebagai produk herbal sederhana yang aman dan ekonomis. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif mengenai etiologi, faktor risiko, penularan, dan pencegahan infeksi jamur, pelatihan pembuatan salep ekstrak mengkudu melalui demonstrasi dan praktik langsung, serta evaluasi pengetahuan dan keterampilan menggunakan pre-test, post-test, observasi praktik, dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana 98% peserta menjawab benar seluruh soal pada post-test, meningkat dari pengetahuan awal yang masih terbatas terutama pada aspek faktor risiko dan PHBS. Peserta juga mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan salep dan menghasilkan 50 pot salep. Respons masyarakat sangat baik, ditandai tingginya antusiasme dan keinginan melanjutkan praktik pembuatan produk herbal secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penyuluhan dan pelatihan pembuatan salep ekstrak mengkudu efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta penanganan awal infeksi jamur kulit.
Copyrights © 2026