Abstrak Masa nifas merupakan periode pemulihan setelah persalinan yang ditandai dengan perubahan fisiologis, termasuk pada sistem kardiovaskular yang dapat memengaruhi tekanan darah. Aktivitas fisik yang dilakukan ibu nifas berperan penting dalam membantu adaptasi tubuh dan menjaga kestabilan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi dan intensitas aktivitas fisik terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Batudaa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas fisik International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan pengukuran tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer, kemudian dianalisis Secara univarat dan bivarate menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitan menunjukan bahwa ibu nifas dengan aktivitas fisik frekuensi dan intensitas sedang cenderung memiliki tekanan darah dalam kategori normal dibandingkan ibu dengan aktivitas fisik rendah dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Aktivitas fisik yang kurang optimal berhubungan dengan tekanan darah yang tidak stabil. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi dan intensitas aktivitas fisik berpengaruh terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada ibu nifas. Kata kunci : Aktivitas Fisik, Tekanan Darah, Ibu Nifas, IPAQ
Copyrights © 2026