Dengue merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina, yang berkembang pesat di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama pada musim penghujan akibat banyaknya genangan air yang menjadi tempat perindukan nyamuk. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat seperti demam berdarah dan sindrom syok dengue, bahkan berisiko menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Upaya pengendalian dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif, termasuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus dan penggunaan abate (abatisasi) sebagai insektisida untuk membunuh jentik. Indeks entomologi seperti HI, CI, BI, dan ABJ digunakan untuk mengetahui kepadatan jentik di suatu wilayah. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan minimnya partisipasi aktif menjadi hambatan utama dalam pengendalian DBD. Oleh karena itu, dibutuhkan peran serta semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak sebagai agen perubahan, untuk menciptakan lingkungan bebas jentik dan menurunkan angka kasus DBD secara berkelanjutan, sejalan dengan target eliminasi kematian akibat dengue pada tahun 2030.
Copyrights © 2025