Salah satu kompetensi literasi dasar adalah literasi membaca dan menulis. Literasi membaca berperan penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, terutama pada kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Peningkatan literasi membaca di sekolah dapat dilakukan melalui pembelajaran teks sastra pada jenjang SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi membaca teks sastra siswa kelas VIII SMP di wilayah Lereng Wilis dengan fokus pada kemampuan kognitif tingkat tinggi, meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh dari hasil tes literasi membaca teks sastra. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP, dengan sampel siswa kelas VIII D SMP 1 Semen, kelas VIII A SMP 2 Semen, kelas VIII A SMP AT-Thulab, dan kelas VIII SMP NU Semen. Instrumen penelitian divalidasi melalui validitas isi, uji reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk memetakan capaian kemampuan literasi membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca teks sastra siswa kelas VIII SMP tergolong rendah dengan rata-rata skor 52,63. Rata-rata kemampuan menganalisis sebesar 53,24, mengevaluasi sebesar 48,88, dan menciptakan sebesar 46,47. Secara umum, kemampuan literasi membaca siswa pada aspek menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa pada level berpikir tingkat tinggi (HOTS) belum berkembang secara optimal.
Copyrights © 2026