DA'AT: Jurnal Teologi Kristen
Vol. 7 No. 1 (2026): Januari 2026

ANALISIS SEMANTIK TERHADAP KATA 'QADOSH' DALAM HUKUM TAURAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSEP KEKUDUSAN DALAM PERJANJIAN BARU

Royke Lantupa Kumowal (Sekolah Tinggi Teologi Anderson Manado)
James Andris Landele (Sekolah Tinggi Teologi Anderson Manado)
Heliyanti Kalintabu (Institut Agama Kristen Negeri Manado)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2026

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan makna qadosh (קָדוֹשׁ) dalam hukum Taurat dan implikasinya terhadap konsep kekudusan dalam Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, qadosh digunakan dalam berbagai konteks, termasuk kekudusan Tuhan, tempat ibadah, umat Israel, dan hukum ritual. Pergeseran konsep ini terlihat dalam Perjanjian Baru, di mana kekudusan (hagios, ἅγιος) tidak lagi berfokus pada status hukum atau ritual, tetapi menjadi bagian dari identitas spiritual orang percaya melalui iman kepada Kristus. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik, leksikal, dan taksonomi untuk mengklasifikasikan makna qadosh dalam berbagai kategori teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekudusan dalam Perjanjian Lama menekankan pemisahan dari hal yang najis secara hukum dan ritual, sedangkan dalam Perjanjian Baru, kekudusan dipahami sebagai transformasi etis dan spiritual yang diberikan melalui anugerah keselamatan dalam Kristus. Temuan ini memberikan perspektif baru dalam studi biblikal dengan mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menyoroti aspek teologis tanpa pendekatan linguistik yang mendalam.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

daat

Publisher

Subject

Religion

Description

Teologi Kristen sedangkan cakupannya adalah Sejarah dan Filsafat, Pendidikan dalam Masyarakat Majemuk, Sosiologi agama, Sosio budaya yang semuanya terkait dengan teologi ...