Royke Lantupa Kumowal
Sekolah Tinggi Teologi Anderson Manado

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Agama Kristen Gereja dalam Menghadapi Kondisi Psikologi Jemaat Akibat Pandemi Covid-19 Royke Lantupa Kumowal; Heliyanti Kalintabu
Jurnal Shanan Vol. 5 No. 1 (2021): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.997 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v5i1.2581

Abstract

In this article, the author doing a study about the role of christian education in the church in dealing with the psychological conditions of the congregation due to the Covid-19 pandemic. The background for writing this article departs from the information data of printed media, online media which suggests psychological conditions such as stress, excessive pressure and anxiety that arise due to the Covid-19 pandemic outbreak in humans. This article examines the Christian faith in Christian education in the church forum, which plays an important role in dealing with the psychological conditions experienced by the congregation. This article analyzes Christian faith in Christian education in the church forum, analyzes the psychological conditions caused by Covid-19. The purpose of this paper is to provide an understanding of Christian faith which is useful for strengthening the human soul when the person experiences pressure, stress, anxiety, and so on. The method that I use in this article is a qualitative research method. The analytical process used by the author is by analyzing the Bible as the main source and various actual and reliable sources of literature related to the title in this article in order to produce an accountable study.
Tipe Kepemimpinan Demokratis dan Relevansinya pada Proses Pembelajaran Pendidikan Kristen Royke Lantupa Kumowal; Firmanians Romula Tuerah
Jurnal Manajemen Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni: Jurnal Manajemen Pendidikan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jmpk.v2i1.928

Abstract

Tipe kepemimpinan demokratis merupakan tipe yang tepat untuk dipraktekkan ke dalam proses pembelajaran di dalam kelas khususnya belajar Pendidikan Kristen. Kepemimpinan demokratis merupakan tipe kepemimpinan yang selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan. Pemimpin dalam hal ini pendidik juga dapat menerima saran, pendapat bahkan kritik dari peserta didiknya. Peserta didik dilibatkan secara aktif dalam proses belajar mengajar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan kajian terhadap berbagai sumber Pustaka. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber literatur yang berkenaan dengan teori-teori yang relevan dengan masalah yang diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur tentang kepemimpinan, Pendidikan Kristen dan berbagai sumber relevan lainnya yang terkait dengan topik kajian. Hasil penelitian ini adalah tipe kepemimpinan demokratis dalam proses pembelajaran pendidikan Kristen dapat membantu jalannya proses pembelajaran menjadi lebih baik. Timbal balik dari peserta didik kepada pendidik akan membuat kelas pembelajaran menjadi tidak kaku, hidup dan bersahaja. Kelas pembelajaran yang hidup dan bersahaja akan membuat pembelajaran menarik dan peserta didik tidak malu dan ragu dalam mengemukakan pendapat.
MODERASI BERAGAMA SEBAGAI TANGGAPAN DISRUPSI ERA DIGITAL Royke Lantupa Kumowal
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i2.1739

Abstract

Salah satu aspek yang terpengaruh oleh disrupsi era digital adalah praktik keagamaan dan persepsi terhadap agama dalam masyarakat. Perkembangan teknologi telah mempengaruhi cara individu mempraktikkan agama, mengakses informasi keagamaan, dan berinteraksi dengan komunitas keagamaannya. Hal ini menghadirkan pertanyaan tentang bagaimana agama merespons disrupsi ini? dan bagaimana respons tersebut memengaruhi keseimbangan dan kesejahteraan spiritual umatnya? Penulis menggunakan metode penelitian studi kepustakaan untuk mengeksplorasi fenomena moderasi beragama sebagai tanggapan terhadap disrupsi di era digital. Metode ini memungkinkan penulis untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, laporan riset, dan sumber-sumber teoritis lainnya, untuk mendukung penulisan ini. Agama memandu individu dan masyarakat dalam menghadapi disrupsi era digital dengan menekankan etika teknologi, keadilan sosial, pengembangan karakter, kesejahteraan mental, inklusivitas, dan refleksi mendalam terhadap dampak teknologi pada nilai-nilai dan makna kehidupan. Moderasi beragama berdampak positif pada keseimbangan dan kesejahteraan spiritual dengan menciptakan lingkungan inklusif, harmonis, dan toleran. Ini mempromosikan dialog antaragama yang konstruktif, memperkuat nilai-nilai universal seperti kasih sayang dan keadilan, serta mendukung pertumbuhan individu dalam keyakinan mereka sendiri. Dalam era digital yang semakin maju, tantangan menjaga keragaman dan harmoni agama muncul di tengah transformasi fundamental kehidupan manusia. Disrupsi digital, seperti penyebaran pesan kebencian dan hoaks, telah mengubah lanskap sosial dan spiritual, memengaruhi praktik keagamaan dan persepsi agama. Moderasi beragama muncul sebagai respons efektif, menawarkan pendekatan inklusif untuk mengelola perbedaan keyakinan sambil memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian tentang moderasi beragama dalam era digital penting untuk memahami interaksi agama dan teknologi serta dampaknya terhadap individu dan masyarakat.
ANALISIS SEMANTIK TERHADAP KATA 'QADOSH' DALAM HUKUM TAURAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSEP KEKUDUSAN DALAM PERJANJIAN BARU Royke Lantupa Kumowal; James Andris Landele; Heliyanti Kalintabu
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 7 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v7i1.2276

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan makna qadosh (קָדוֹשׁ) dalam hukum Taurat dan implikasinya terhadap konsep kekudusan dalam Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, qadosh digunakan dalam berbagai konteks, termasuk kekudusan Tuhan, tempat ibadah, umat Israel, dan hukum ritual. Pergeseran konsep ini terlihat dalam Perjanjian Baru, di mana kekudusan (hagios, ἅγιος) tidak lagi berfokus pada status hukum atau ritual, tetapi menjadi bagian dari identitas spiritual orang percaya melalui iman kepada Kristus. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik, leksikal, dan taksonomi untuk mengklasifikasikan makna qadosh dalam berbagai kategori teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekudusan dalam Perjanjian Lama menekankan pemisahan dari hal yang najis secara hukum dan ritual, sedangkan dalam Perjanjian Baru, kekudusan dipahami sebagai transformasi etis dan spiritual yang diberikan melalui anugerah keselamatan dalam Kristus. Temuan ini memberikan perspektif baru dalam studi biblikal dengan mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menyoroti aspek teologis tanpa pendekatan linguistik yang mendalam.