Penelitian bertujuan menguji apakah ada peran subjective well-being dan dimensi attachment to God, yaitu avoidance of intimacy dan anxiety about abandonment terhadap resiliensi pada anggota jemaat dewasa madya dan akhir di Gereja X Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia. Penelitian dilakukan pada 187 responden yang menjadi anggota jemaat dewasa madya dan akhir di Gereja X. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur resiliensi adalah Resilience Quotient Test, untuk Subjective well-being (SWB) digunakan Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), untuk dimensi avoidance of intimacy dan dimensi anxiety about abandonment pada Attachment to God digunakan Attachment to God Inventory. Teknik uji statistik dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil uji statistik menunjukkan hasil signifikan bahwa subjective well-being dan dimensi attachment to God, yaitu avoidance of intimacy dan anxiety about abandonment secara simultan (dan parsial) berperan dan merupakan prediktor dari resiliensi anggota jemaat dewasa madya dan akhir di Gereja X, Jakarta Selatan, Indonesia. Penelitian ini dapat dikembangkan pada pemetaan aspek-aspek resiliensi yang mana yang sudah dihidupi dan aspek-aspek resiliensi yang mana yang masih perlu dikembangkan pada anggota jemaat dewasa madya dan akhir di Gereja X Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia.
Copyrights © 2025