Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan standar kebahagiaan dalam masyarakat Jawa melalui pendekatan psikologi indigenous. Kebahagiaan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang sering kali dimaknai secara berbeda oleh tiap individu, tergantung pada latar budaya dan pengalaman hidupnya. Menggunakan metode kualitatif dengan teknik angket terbuka dan pendekatan analisis isi, penelitian ini melibatkan 130 responden dari berbagai usia dan latar belakang pekerjaan di Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memaknai kebahagiaan sebagai kondisi batin yang tenang dan nyaman (34,62%), serta rasa syukur dan keikhlasan (16,15%). Faktor utama yang membuat individu merasa bahagia adalah keberadaan keluarga (70,77%), disusul oleh orang terdekat dan diri sendiri. Alasan utama pentingnya kebahagiaan dikaitkan dengan kesehatan fisik dan mental, serta peningkatan kualitas hidup. Temuan ini menegaskan bahwa makna kebahagiaan masyarakat Jawa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya lokal seperti harmoni sosial (rukun), penerimaan (nrimo), dan rasa syukur (syukur). Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman kontekstual dalam melihat kebahagiaan sebagai bagian dari kesejahteraan psikologis, sehingga intervensi yang dilakukan sebaiknya disesuaikan dengan nilai dan budaya lokal.
Copyrights © 2025