Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan relasi sosial serta faktor- faktor yang memengaruhi interaksi antara penerima manfaat Wanita Tuna Susila (WTS) dengan pekerja sosial Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari penerima manfaat WTS dan pekerja sosial. Data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi sosial terbentuk melalui delapan tema utama, yaitu bimbingan, fasilitasi, kedekatan, kepercayaan, penolakan, penguatan, komunikasi, dan kerja sama. Faktor-faktor yang memengaruhi relasi tersebut mencakup profesionalisme pekerja sosial dalam memberikan layanan serta kondisi internal penerima manfaat, seperti kesiapan dan keterbukaan dalam proses rehabilitasi. Dengan demikian, relasi sosial antara penerima manfaat dan pekerja sosial dimaknai sebagai proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi dua arah serta faktor kontekstual, yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi.
Copyrights © 2025