Keunikan budaya pesantren tercermin dalam penggunaan bahasa pada aktivitas sehari-hari yang membentuk subkultur sosial dan melahirkan register bahasa khas komunitas santri. Kondisi ini melatarbelakangi penelitian register tuturan santri untuk mengungkap nilai religius dan sosial, serta mendokumentasikan tradisi bahasa pesantren sebagai arsip budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologis berupa pendekatan deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis adalah pendekatan sosiolinguistis. Data berupa tuturan lisan dan tulis yang diperoleh melalui metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak libat cakap serta teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode padan referensial dan padan translasional untuk mengklasifikasikan bentuk, makna, dan fungsi register. Hasil penelitian menunjukkan adanya 64 data register dalam bentuk akronim, singkatan, kata, dan frasa. Berdasarkan fungsinya, mencakup fungsi emotif, fatik, metalingual, dengan fungsi referensial dan konatif sebagai fungsi yang paling dominan. Penelitian ini menunjukkan register tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi yang efektif, tetapi juga sebagai penanda identitas sosial dan nilai budaya dalam komunitas pesantren. Kata Kunci: Sosiolinguistik, variasi bahasa, register, pesantren.
Copyrights © 2026