Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, memiliki potensi besardalam sektor pertanian, khususnya produksi pisang yang mencapai 12.282 kuintal pada tahun2021. Potensi ini dimanfaatkan oleh Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera(UPPKS) "Sejahtera" di Kelurahan Ngareanak dengan memproduksi olahan pisang berupakeripik dan stik. Namun, pemasaran produk masih dilakukan secara konvensional dengankemasan sederhana, sehingga belum mampu bersaing di pasar digital yang semakinberkembang. Untuk mengatasi kendala tersebut, tim pengabdian dari Universitas WahidHasyim mengadakan serangkaian pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kapasitasUPPKS dalam pemasaran digital serta inovasi produk. Kegiatan ini meliputi pelatihanpenggunaan platform iklan berbayar, pemanfaatan Google Trends untuk analisis pasar, danpendampingan dalam proses pembuatan label produk sesuai dengan standar BPOM untukpengurusan izin PIRT. Pelatihan iklan berbayar membantu UPPKS memahami platform yangdapat meningkatkan visibilitas produk mereka secara online, sementara Google Trendsdigunakan untuk menganalisis tren pasar dan menentukan varian rasa baru yang diminati,seperti coklat dan kopi. Selain itu, proses pendampingan pembuatan label memastikan bahwaproduk baru UPPKS memiliki kemasan yang menarik dan sesuai dengan regulasi. Hasil darikegiatan ini menunjukkan peningkatan wawasan peserta mengenai pemasaran digital, analisispasar, dan inovasi produk, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing UPPKS"Sejahtera" di pasar yang lebih luas. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta yang antusias, sertaberhasil memperkuat kemampuan UPPKS dalam memanfaatkan potensi besar produksi pisangdi Kecamatan Singorojo secara lebih optimal dan inovatif.
Copyrights © 2024