Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DM2) menimbulkan beban klinis dan ekonomi pada rumah tangga pedesaan. Pada komunitas petani sawit, kendala kepatuhan obat, akses layanan, dan edukasi gizi sering berujung pada kontrol glikemik yang kurang optimal, peningkatan hari tidak bekerja, dan tekanan arus kas rumah tangga. Medication Therapy Management (MTM) oleh apoteker berpotensi memperbaiki kendali penyakit melalui peninjauan obat, identifikasi masalah terkait terapi, konseling, dan tindak lanjut terstruktur. Tujuan: Menilai pengaruh layanan MTM apoteker berbasis koperasi terhadap HbA1c, absensi kerja, dan arus kas rumah tangga pada petani sawit di Kabupaten Sambas. Metode: Desain kuasi-eksperimental berbasis kelompok pada koperasi petani; intervensi MTM bulanan selama sembilan bulan dibanding perawatan rutin. Luaran utama adalah perubahan HbA1c, hari tidak bekerja per bulan, dan arus kas rumah tangga sederhana (pemasukan dikurangi pengeluaran termasuk biaya kesehatan personal). Analisis menggunakan pengendalian kovariat dan penyesuaian pengelompokan; dilaporkan selisih yang telah disesuaikan, interval kepercayaan, dan nilai p. Hasil: Dibanding kontrol, kelompok MTM menunjukkan penurunan HbA1c yang lebih besar sebesar 0,7 poin persentase pada bulan kesembilan (nilai p < 0,05), pengurangan absensi kerja sebesar 1,1 hari per bulan (nilai p < 0,05), dan peningkatan arus kas bersih rumah tangga rata-rata Rp450.000 per bulan (nilai p < 0,05). Kesimpulan: Layanan MTM apoteker di koperasi petani berasosiasi dengan perbaikan luaran klinis dan ekonomi rumah tangga. Temuan mendukung integrasi MTM dalam program kesehatan masyarakat pedesaan dan kemitraan koperasi–puskesmas.
Copyrights © 2026