Pengajaran bahasa Inggris disusun sebagai landasan pokok dalam menguasai bahasa yang berlaku secara internasional. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa minat siswa sekolah dasar terhadap pelajaran ini mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan menelaah faktor-faktor utama yang memengaruhi penurunan minat tersebut serta dampaknya terhadap proses belajar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Hasil kajian menemukan tiga faktor dominan penyebab menurunnya minat belajar. Pertama, metode pengajaran yang digunakan masih bersifat tradisional, dengan penekanan utama pada ceramah, penghafalan kosakata, dan penggunaan lembar kerja tanpa dukungan permainan atau media interaktif. Kedua, tingginya beban kognitif akibat penekanan berlebihan pada tata bahasa yang kompleks dan kurang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Ketiga, lingkungan belajar yang tidak mendukung, di mana Bahasa Inggris jarang dipakai dalam komunikasi sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah, sehingga dianggap abstrak dan kurang relevan. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penurunan minat belajar Bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar lebih disebabkan oleh faktor pedagogis dan kontekstual, bukan keterbatasan kemampuan siswa. Implikasinya, diperlukan peninjauan ulang kurikulum serta metode pengajaran Bahasa Inggris di tingkat dasar agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
Copyrights © 2026