Mahasiswa pendatang merupakan kelompok yang rentan mengalami keterasingan dalam proses adaptasi di lingkungan pendidikan tinggi. Perpindahan dari daerah asal menuju kehidupan kampus menghadirkan tuntutan akademik, sosial, dan psikologis yang berlapis, yang berpotensi memengaruhi keseimbangan hidup dan pembentukan identitas diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena alienasi multidimensi yang dialami oleh mahasiswa pendatang semester satu di Universitas Djuanda, dengan menelaah keterasingan diri, relasi sosial-digital, serta aspek struktural dan spasial dalam kehidupan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga orang mahasiswa pendatang semester satu yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterasingan muncul tidak hanya akibat tekanan eksternal seperti tuntutan akademik dan ekspektasi sosial, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal berupa konflik identitas dan proses adaptasi awal perkuliahan. Selain itu, penggunaan media sosial dan fenomena phubbing berkontribusi terhadap menurunnya kualitas interaksi interpersonal dan munculnya krisis otentisitas. Sementara itu, aspek spasial dan struktural tidak selalu dimaknai sebagai sumber utama keterasingan, namun keterbatasan partisipasi sosial pada fase awal perkuliahan tetap memengaruhi rasa memiliki mahasiswa pendatang terhadap lingkungan kampus.
Copyrights © 2026