Abstrak: Adapun penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mengetahui ada tidaknya perbedaan antara toxic personality traits remaja yang berkedudukan sebagai anak tunggal dan non-tunggal; 2) mengetahui seberapa kuat toxic personality traits remaja pada anak tunggal; 3) mengetahui seberapa kuat toxic personality traits remaja pada anak non-tunggal; 4) mengetahui butir item skala toxic personality traits mana saja yang capaian skornya tinggi/kuat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparasi. Adapun subjek pada penelitian ini terdiri dari 200 orang dengan 2 kelompok subjek: Anak tunggal dan non-tunggal. Masing-masing berjumlah 100 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala likert yang dikemas ke dalam bentuk survei-google form. Uji validitas menggunakan validitas isi serta validitas korelasi skor total. Pada uji validitas, didapat 46 item valid. Skala penelitian ini disusun berdasarkan aspek-aspek menurut Arda dan Kanten (2023), yakni: reaktif, cemas, depresi, histeris, panutan, ego-dominan, ego-pasif. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan Alfa Cronbach dengan hasil 0,729. Dikarenakan uji asumsi tidak terpenuhi, maka peneliti menggunakan independent samples t-test non-parametrik Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan toxic personality traits pada remaja: anak tunggal dan non-tunggal, toxic personality traits anak tunggal lebih kuat dibandingkan anak non-tunggal; 2) Terdapat toxic personality traits anak tunggal sebanyak 6% kategori tinggi, 42% kategori sedang, dan 52% kategori rendah; 3) Terdapat toxic personality traits anak non-tunggal sebanyak 35% kategori sedang, 57% kategori rendah, dan 8% sangat rendah; 4) Terdapat 7 (15,22%) item toxic personality traits yang terindikasi tinggi dengan kategori sangat rendah.
Copyrights © 2025