Penelitian ini mengkaji implementasi Deep Learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama di Kota Semarang. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi kelas. Kuesioner ditujukan kepada 66 guru Bahasa Inggris, sementara wawancara dan observasi dilakukan di dua sekolah dengan melibatkan guru dan siswa sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya sikap yang secara umum positif terhadap Deep Learning, namun juga menekankan perlunya pelatihan dan dukungan institusional. Tercatat bahwa 37,9% responden melaporkan belum pernah mengikuti pelatihan apa pun yang berkaitan dengan Deep Learning. Para guru mengidentifikasi empat tantangan utama dalam mengimplementasikan Deep Learning di kelas mereka, yaitu kurangnya pelatihan atau pengetahuan tentang Deep Learning (69,7%), keterbatasan waktu dalam kurikulum (36,4%), jumlah siswa yang besar dalam satu kelas (48,5%), serta kurangnya sumber daya pembelajaran (28,8%).
Copyrights © 2026