Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecemasan berkomunikasi siswa, mengetahui pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan teknik self talk, serta menguji efektivitas penurunan kecemasan berkomunikasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 15 Baubau. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan teknik Sampling Purposive sebanyak 10 siswa kategori tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert dengan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan treatment (pre-test), mayoritas kecemasan berkomunikasi siswa di peroleh (34%) berada dalam kategori tinggi, (45%) berada dalam kategori sedang, (21%) berada dalam kategori rendah. Sebanyak 10 siswa dalam kategori tinggi diberikan treatment berupa layanan konseling kelompok dengan teknik self talk dalam empat pertemuan, yang mencakup aspek suasana hati, aspek kognitif, aspek somatik dan aspek perilaku motorik. hasil posttest menunjukkan pengurangan signifikan dengan 70% siswa mencapai kategori rendah dan 30% dalam kategori sedang. Hasil analisis uji test statistik uji wilcoxon pada hasil pretest dan posttest menunjukkan nilai Asymp. Sig(2-tailed) sebesar 0.005<0.05 atau (p<0.05), dalam pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ada penurunan kecemasan berkomunikasi setelah di berikan treatment dengan menggunakan layanan konseling kelompok dengan teknik self talk. Sehingga layanan konseling kelompok teknik self talk efektif mengurangi kecemasan berkomunikasi siswa kelas VII SMP Negeri 15 Baubau. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Kecemasan Berkomunikasi, Self Talk
Copyrights © 2025