Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran komunikasi interpersonal anak dalam keluarga pasca perceraian pada remaja di kota baubau, (2) faktor penyebab terjadinya permasalahan komunikasi interpersonal, dan (3) peran konseling individual dalam mengatasi permasalahan komunikasi interpersonal anak dalam keluarga pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara, dengan tahapan studi kasus yaitu identifikasi masalah, diagnosis, pelaksanaan treatment dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) komunikasi antara subjek penelitian dan orang tuanya menjadi renggang. Subjek peneltian jarang memulai percakapan atau menghubungi orang tuanya. (2) penyebab renggangnya komunikasi tersebut diakibatkan subjek penelitian merasa marah dan kecewa kepada orang tuanya karena belum bisa menerima kenyataan bahwa orang tuanya telah bercerai sehingga membuat subjek kurang terbuka dalam berkomunikasi dengan orang tuanya. (3) penanganan yang diberikan adalah layanan konseling individual untuk membantuk subjek penelitian mengatasi permasalahannya. Dalam proses pemberian layanan konseling individual peneliti membantu mengarahkan subjek penelitian agar mampu kembali terbuka kepada orang tuanya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian layanan konseling individual dapat membantu subjek penelitian terkait permasalahan komunikasi interpersonal dengan orang tuanya.
Copyrights © 2024