Artikel ini menganalisis keterkaitan antara Problema Induksi—sebagaimana dikemukakan oleh David Hume dan dipopulerkan oleh Karl Popper—dalam kerangka filsafat ilmu, dengan kegagalan karakter Zainuddin dalam memahami dan menavigasi tatanan sosial serta hukum tak tertulis (adat) Budaya Minang, seperti yang digambarkan dalam novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck oleh Hamka. Problema Induksi menunjukkan bahwa pengalaman masa lalu tidak menjamin kebenaran universal di masa depan, sebuah keterbatasan yang tercermin dalam cara Zainuddin (seorang perantau dengan latar belakang yang tidak sepenuhnya Minang) berusaha menarik kesimpulan tentang masyarakat Minang berdasarkan pengamatan terbatasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-filosofis dan studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa kegagalan Zainuddin berakar pada penalaran yang terlalu menyederhanakan dan menggeneralisasi, mirip dengan kelemahan penalaran induktif, yang pada akhirnya membuatnya gagal memenuhi ekspektasi sosial dan hukum adat yang kompleks, khususnya terkait sistem kekerabatan Matrilineal.
Copyrights © 2026