Abstract: The digital transformation has brought fundamental changes to the education system, including Islamic boarding schools (pesantren) as traditional Islamic educational institutions. This study aims to describe the digital leadership skills of millennial kiai in fostering digital literacy within Islamic boarding schools. Using a qualitative approach with a multi-site design, the research was conducted at Mambaul Hikam II Islamic Boarding School in Blitar and Bayt Al-Hikmah Islamic Boarding School in Pasuruan, East Java. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldana’s interactive model with the aid of NVivo 15 software. The findings reveal that millennial kiai demonstrate digital leadership skills encompassing three main aspects: technical, human relation, and conceptual skills. They successfully integrate traditional religious values with digital innovation through participatory, visionary, adaptive, religious, and transformational leadership styles. Digital literacy development in pesantren emphasizes not only technical competence but also ethics, spirituality, and character formation in digital engagement. These findings indicate that value-based digital leadership preserves the balance between pesantren tradition and technological progress in responding to the challenges of the digital era. Keywords: digital leadership, millennial kiai, digital literacy Abstrak: Transformasi digital telah membawa perubahan mendasar dalam sistem pendidikan, termasuk di pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan kepemimpinan digital kiai milenial dalam pembinaan literasi digital di pondok pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Blitar dan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai milenial memiliki keterampilan kepemimpinan digital yang mencakup tiga aspek utama: keterampilan teknis (technical skill), keterampilan hubungan manusia (human relation skill), dan keterampilan konseptual (conceptual skill). Kiai milenial mampu mengintegrasikan nilai-nilai religius pesantren dengan inovasi digital melalui kepemimpinan partisipatif, visioner, adaptif, religius, dan transformasional. Pembinaan literasi digital di pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan etika, nilai spiritual, dan karakter santri dalam bermedia. Temuan ini memperkuat bahwa kepemimpinan digital berbasis nilai mampu menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren dan kemajuan teknologi dalam menghadapi tantangan era digital. Kata kunci: kepemimpinan digital, kiai milenial, literasi digital.
Copyrights © 2025