Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di komunitas Baduy Luar, yang memberikan dampak negatif terhadap aspek pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai tanaman lokal yang kaya nutrisi dapat menjadi opsi solusi, mengingat potensinya sebagai sumber pangan bergizi bagi masyarakat. Namun, rendahnya tingkat literasi gizi dan pengetahuan masyarakat tentang manfaat daun kelor menuntut pendekatan edukasi yang sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami. Program pengabdian masyarakat ini difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Baduy Luar terhadap stunting serta langkah pencegahannya melalui pemanfaatan daun kelor. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, sosialisasi visual melalui media poster dan x-banner, serta pendistribusian infografis edukatif berbahasa sederhana. Edukasi dilakukan secara langsung dengan melibatkan tokoh masyarakat agar pesan kesehatan dapat diterima secara efektif. Hasil pelaksanaan program memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta berkembangnya kemampuan mereka dalam mengenali dan mencegah stunting. Melalui program ini, masyarakat Baduy Luar diharapkan mampu memanfaatkan daun kelor sebagai pangan lokal bergizi untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 2 dan 3.
Copyrights © 2026