Klinik Anhari Sukoharjo sudah mengimpelentasikan rekam medis elektronk (RME) guna meningkatkan efisiensi pelayanan pada pasien, akan tetapi masih menghadapi masalah duplikasi dan ketidaklengkapan data pasien. Duplikasi in terjadi karena pencatatan tidak konsisten, dan kurangnya verifikasi saat registrasi, akibat dari ketidaklengkapan data salah satunya menghambat keputusan medis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas sistem. Metode PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service) dipilih untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan duplikasi dan ketidaklengkapan data. Metode kualitatif deskriptif diterapkan dengan observsi dan wawancara dengan tenaga medis dan staf administrative. Hasil penelitian diketahui ada 7 hingga 10 kasus duplikasi nomor rekam medis setiap bulan, hal ini menyebabkan keterlambatan akses data serta menambah beban kerja petugas. Selain hal tersebut, meskipun sudah sesuai standar waktu namun proses pendaftaran pasien terasa rumitdan kurang efisien. Tampilan sistem informasi yang kurang fleksibel menyulitkan petugas beradaptasi dalam penggunaan sistem. Penelitian ini memberi saran untuk evaluasi terhadap sistem secara mendalam untuk meningkatkan kualitas data dan efisiensi pelayanan di Klinik Anhari.
Copyrights © 2026