Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena volatilitas ekonomi makro pada awal tahun 2026 yang dipicu oleh transisi suku bunga INDONIA sebagai acuan tunggal menggantikan JIBOR. Dinamika ini menimbulkan risiko reputasi dan asimetri informasi yang signifikan bagi sektor perbankan nasional, khususnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Penelitian konseptual ini bertujuan untuk merumuskan rekonstruksi model komunikasi finansial yang adaptif dalam memitigasi risiko tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis konseptual dengan landasan Signaling Theory dan Information Subsidies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model komunikasi "3T" (Transparent, Technical, Timely) dalam setiap rilis berita korporat terbukti efektif sebagai instrumen strategis untuk mereduksi spekulasi pasar. Transparansi data kuantitatif dan kecepatan distribusi informasi harian ditemukan berkorelasi linier dengan stabilitas kepercayaan investor di pasar modal. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa transformasi fungsi Public Relations menjadi pusat data yang akuntabel merupakan kebutuhan mendesak bagi bank sistemik untuk menjaga resiliensi reputasi di tengah ketidakpastian moneter. Model "3T" diusulkan sebagai standar operasional baru dalam komunikasi keuangan global untuk menghadapi tantangan ekonomi digital yang semakin kompleks
Copyrights © 2026