ABSTRAK Latar belakang: Asuhan kebidanan holistik merupakan pendekatan pelayanan kesehatan maternal yang mencakup dimensi bio-psiko-sosial-spiritual dan budaya, yang penting untuk meningkatkan kesejahteraan ibu hamil secara menyeluruh. Meskipun telah diakomodasi dalam kebijakan nasional, implementasi di tingkat daerah masih belum optimal. Kabupaten Karanganyar, sebagai wilayah dengan cakupan layanan maternal yang cukup baik, menjadi fokus kajian dalam penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebijakan daerah terkait pemanfaatan asuhan kebidanan holistik, menelaah implementasinya di lapangan, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendekatan ini di Kabupaten Karanganyar. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi analisis kebijakan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara mendalam dengan informan kunci, dan observasi partisipatif di beberapa fasilitas kesehatan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi dan pendekatan tematik. Hasil: Penelitian menemukan bahwa belum ada regulasi lokal yang secara eksplisit mengatur penerapan asuhan kebidanan holistik. Implementasi di lapangan masih bersifat parsial, tergantung inisiatif individu bidan. Faktor pendukung antara lain motivasi tenaga kesehatan dan dukungan keluarga, sedangkan hambatan utama mencakup minimnya pelatihan teknis, beban kerja tinggi, serta belum adanya sistem evaluasi berbasis mutu pelayanan holistik. Kesimpulan: Diperlukan penyusunan regulasi teknis di tingkat kabupaten, pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan, dan integrasi nilai budaya lokal ke dalam pelayanan. Kebijakan yang adaptif dan berbasis komunitas berpotensi meningkatkan kualitas layanan kebidanan dan kesejahteraan ibu hamil secara menyeluruh. Kata kunci: asuhan kebidanan holistik, kebijakan kesehatan daerah, ibu hamil, pelayanan maternal, Karanganyar
Copyrights © 2026