Background: Program penguatan branding produk jamu tradisional di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM jamu di era digital. Sebelum program berjalan, sekitar 85% pelaku usaha belum memiliki izin edar dan 90% masih memasarkan produk secara tradisional, serta menggunakan botol bekas tanpa label yang menurunkan daya tarik dan kepercayaan konsumen. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui observasi, pelatihan branding dan digital marketing, pembuatan kemasan dan label, pendampingan pendaftaran legalitas usaha, serta promosi melalui Cafe Jamu di lingkungan Universitas Bojonegoro. Hasil: Sosialisasi diikuti oleh 18 dari 20 pelaku usaha dan menghasilkan peningkatan pemahaman mengenai identitas merek dan estetika kemasan. produk jamu yang dikemas ulang dan diberi label, kemudian diperkenalkan kepada segmen konsumen baru, terutama mahasiswa, sehingga pemasaran tidak lagi terbatas pada konsumen dewasa dan lansia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan citra produk, perluasan akses pasar, serta kesadaran pelaku usaha terhadap legalitas dan pemasaran digital. Kesimpulan: Program ini berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal sekaligus pelestarian budaya jamu sebagai warisan tradisional.
Copyrights © 2026