Background: Remaja memiliki masalah yang saling terkait dalam kesehatan mental dan reproduksi, yang sering diperburuk oleh terbatasnya akses terhadap informasi yang akurat, stigma, dan kurangnya dukungan berbasis sekolah. Analisis situasional di SMKN 2 Malang mengungkapkan adanya tekanan emosional dan perilaku reproduksi berisiko di kalangan siswa, serta rendahnya literasi kesehatan mental dan nilai-nilai reproduksi. Kegiatan ini diimplementasikan di sekolah dan dikembangkan untuk mengatasi rendahnya literasi kesehatan mental dan reproduksi siswa. Metode: Inisiatif PROMISE (Promoting Mental and Reproductive Health for Adolescents through Sustainable Education) melibatkan siswa dari berbagai tingkat dan disiplin ilmu melalui kegiatan pembelajaran interaktif, seperti diskusi kelompok yang difasilitasi, refleksi berbasis skenario, dan sumber daya multimedia yang dirancang untuk beresonansi dengan pengalaman sehari-hari remaja. Evaluasi dilakukan untuk menentukan tingkat pengetahuan awal siswa. Hasil: Studi awal menunjukkan kekurangan pengetahuan yang signifikan, terutama di kalangan siswa kelas XI. Terlepas dari keterbatasan waktu kegiatan, pendekatan interaktif tersebut menunjukkan partisipasi siswa yang signifikan dan relevansi yang dirasakan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendidikan kesehatan mental dan reproduksi yang terorganisir dan sesuai dengan perkembangan di lembaga pendidikan formal. Kesimpulan: PROMISE mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 3, 4, dan 5 dengan mempromosikan literasi kesehatan, pendidikan inklusif, dan kesetaraan gender. Implementasi di masa mendatang harus memprioritaskan keberlanjutan di seluruh tingkatan kelas, peningkatan keterlibatan siswa laki-laki, dan inisiatif pembelajaran campuran untuk meningkatkan keberlanjutan program.
Copyrights © 2026