Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROTEKSI: Program edukasi dan konseling terintegrasi untuk remaja sebaya tentang kesehatan reproduksi Moch. Yunus; Dessy Amelia; Nina Rini Suprobo; Tiara Devi; Ratnaduhita Fikrah Athallah; Moh. Andi Arif Billah; Rosalie Aurellia Wibowo
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i22025p150-162

Abstract

Kondisi remaja yang dalam masa tidak stabil membuat remaja rentan akan berbagai perilaku negatif. Beberapa penyebab masalah remaja adalah kurangnya komunikasi terbuka, adanya budaya tabu tentang seksualita, dan pendidikan kesehatan reproduksi berbasis sekolah yang tidak memadai. Tujuan program PROTEKSI sebagai meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan pencegahan NAPZA, memberikan keterampilan teknologi media edukasi, meningkatkan program PIK-R sekolah, serta mendukung peer educator sebagai agen perubahan yang mempromosikan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Metode kegiatan melalui sosialisasi dengan pihak sekolah, pendidikan kesehatan reproduksi remaja, pelatihan menggunakan aplikasi Canva, pendampingan dan evaluasi dan pengangkatan duta PROTEKSI. Pengabdian ini dilakukan pada bulan Agustus-November 2024 di SMK Negeri 2 Malang dengan jumlah peserta 45 siswa-siswi. Kegiatan ini menghasilkan seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan rata-rata sebanyak 22,2 poin terkait masalah kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan pencegahan NAPZA dengan tingkat pengetahuan sebagian besar baik. Seluruh peserta dapat membuat media edukasi melalui platform Canva dan pengangkatan duta PROTEKSI sekaligus anggota PIK-R sekolah yang bertugas sebagai peer educator siswa-siswi terkait masalah kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan pencegahan NAPZA di sekolah.
Edukasi Berbasis Sekolah untuk Menjawab Kesenjangan Literasi Kesehatan Mental dan Reproduksi Remaja di SMKN 2 Malang Rizqie Putri Novembriani; Dessy Amelia; Alifia Candra Puriastuti; Dena Indra Winahyu; Nadine Aulia Rahma; Nina Rini Suprobo
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21269

Abstract

Background: Remaja memiliki masalah yang saling terkait dalam kesehatan mental dan reproduksi, yang sering diperburuk oleh terbatasnya akses terhadap informasi yang akurat, stigma, dan kurangnya dukungan berbasis sekolah. Analisis situasional di SMKN 2 Malang mengungkapkan adanya tekanan emosional dan perilaku reproduksi berisiko di kalangan siswa, serta rendahnya literasi kesehatan mental dan nilai-nilai reproduksi. Kegiatan ini diimplementasikan di sekolah dan dikembangkan untuk mengatasi rendahnya literasi kesehatan mental dan reproduksi siswa. Metode: Inisiatif PROMISE (Promoting Mental and Reproductive Health for Adolescents through Sustainable Education) melibatkan siswa dari berbagai tingkat dan disiplin ilmu melalui kegiatan pembelajaran interaktif, seperti diskusi kelompok yang difasilitasi, refleksi berbasis skenario, dan sumber daya multimedia yang dirancang untuk beresonansi dengan pengalaman sehari-hari remaja. Evaluasi dilakukan untuk menentukan tingkat pengetahuan awal siswa. Hasil: Studi awal menunjukkan kekurangan pengetahuan yang signifikan, terutama di kalangan siswa kelas XI. Terlepas dari keterbatasan waktu kegiatan, pendekatan interaktif tersebut menunjukkan partisipasi siswa yang signifikan dan relevansi yang dirasakan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendidikan kesehatan mental dan reproduksi yang terorganisir dan sesuai dengan perkembangan di lembaga pendidikan formal. Kesimpulan: PROMISE mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 3, 4, dan 5 dengan mempromosikan literasi kesehatan, pendidikan inklusif, dan kesetaraan gender. Implementasi di masa mendatang harus memprioritaskan keberlanjutan di seluruh tingkatan kelas, peningkatan keterlibatan siswa laki-laki, dan inisiatif pembelajaran campuran untuk meningkatkan keberlanjutan program.
Pemberdayaan Pengurus Pondok Pesantren Al-Mustaqim dalam Pencegahan Kekerasan dan Perundungan melalui Focus Group Discussion Alifia Candra Puriastuti; Ulfa Masfufah; Dessy Amelia; Rizqie Putri Novembriani; Dewi Sarirotul Afifa; Maya Anjar Enjelina Tilawah; Elvina Friska Rindani; Adeilia Nanda Fara Salsabela; Nadine Aulia Rahma
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28511

Abstract

Latar Belakang: Perundungan di pesantren merupakan permasalahan serius yang dapat mengganggu kesehatan mental, proses belajar, serta hubungan sosial santri. Fenomena ini kerap muncul karena faktor senioritas, perbedaan fisik, maupun perilaku individu yang dianggap lemah, sehingga memunculkan dominasi yang berujung pada praktik kekerasan verbal, fisik, maupun sosial. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perundungan yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Mustaqim serta merumuskan strategi pencegahan yang tepat dalam konteks pendidikan pesantren. Metode: Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan pendekatan Focus Group Discussion bersama dua puluh orang pengurus dan pengajar pondok pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perundungan verbal merupakan bentuk yang paling dominan, berupa ejekan, pemberian julukan merendahkan, dan pemanggilan nama yang tidak pantas, sementara perundungan fisik, psikologis, dan sosial juga ditemukan meskipun dengan frekuensi lebih rendah. Pelaku perundungan umumnya adalah santri senior atau sebaya dengan korban, sedangkan pemicunya antara lain rasa superioritas, perbedaan fisik, dan kurangnya pengawasan asrama. Kesimpulan: dari kegiatan ini adalah perlunya intervensi yang bersifat edukatif, suportif, dan preventif dengan menekankan peran guru sebagai teladan akhlak, penguatan komunikasi antarpihak, serta program rutin yang membangun budaya antiperundungan di lingkungan pesantren.
HUBUNGAN BODY COMPOSITION DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN RENANG 50 METER GAYA BEBAS ATLET LAKI LAKI USIA 9-12 TAHUN ARTSEIDON SWIMMING CLUB MALANG abdillah wibisono; Dessy Amelia
Journal of Strength and Conditioning Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Strength and conditioning
Publisher : Indonesian Conditioning Coaches

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63739/jsc.v2i2.53

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi hubungan antara massa otot, indeks massa tubuh (BMI), dan panjang tungkai terhadap kecepatan renang 50 meter gaya bebas pada atlet anak usia 9–12 tahun. Studi ini berangkat dari pentingnya unsur antropometrik dalam mendukung performa renang, khususnya gaya bebas. Metode korelasional digunakan dengan total sampling pada 40 atlet putra dari Artseidon Swimming Club. Data diambil melalui pengukuran fisik dan uji kecepatan renang, lalu dianalisis menggunakan Pearson, Spearman, dan regresi berganda dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara ketiga variabel tersebut dan kecepatan renang, dengan kontribusi hanya 9,1%. Hal ini menandakan bahwa faktor seperti teknik, efisiensi gerak, intensitas latihan, dan kondisi fisiologis lebih berperan. Oleh karena itu, pelatihan anak sebaiknya diarahkan pada penguatan teknik dasar dan kemampuan fisik yang fungsional