Background: Perkembangan ekonomi digital telah mengubah pola bisnis, cara berwirausaha dan kompetensi khususnya lulusan pendidikan vokasi. Sekolah menengah kejuruan sebagai institusi pencetak tenaga siap kerja dituntut tidak sebatas membekali peserta didik dengan keterampilan teknis saja, namun berpikir kreatif, inovatif dan adaptif terhadap teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan technopreneurship siswa. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SMKN 2 Tabanan melalui pelatihan berbasis praktik dengan pemanfaatan AI sebagai sarana pendukung pengembangan ide dan perencanaan bisnis. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan pembuatan Business Model Canvas (BMC) dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) berupa ChatGPT untuk membantu siswa dalam menggali serta mengembangkan ide bisnis digital. Sebanyak 42 siswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pelaksanaan evaluasi melalui pre-test dan post-test menggunakan angket. Hasil: Temuan menunjukkan peningkatan pemanfaatan AI 62% menjadi 90% dan technopreneur dari 65 % menjadi 88%, terutama pada aspek kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi dan kemampuan integrasi teknologi dalam perencanaan bisnis. Secara kualitatif, siswa menunjukkan antusiame tinggi dan mampu menghasilkan rancangan bisnis digital yang lebih terstruktur. Kesimpulan: Integrasi AI dalam pembelajaran kewirausahaan terbukti efektif meningkatkan kesiapan siswa sebagai model pembelajaran kewirausahaan teknologi berbasis teknologi di pendidikan vokasi.
Copyrights © 2026