Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan signifikan antara kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan tuntutan riil industri kreatif. Permasalahan utama meliputi keterbatasan akses fasilitas produksi berstandar (high-end), inefisiensi pengelolaan praktik, serta rendahnya kesiapan mental dan karakter kerja (soft skill) siswa saat menghadapi tekanan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi manajemen kolaborasi antara SMK Negeri 1 Cermee dengan DUDI (Orens Production) dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK) guna menjamin mutu kompetensi lulusan secara holistik. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling yang melibatkan Kepala Sekolah, Wakil Manajemen Mutu, Waka Humas, Guru Produktif, Praktisi DUDI sebagai asesor eksternal, dan perwakilan siswa. Keabsahan data diuji melalui triangulasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) berbasis Total Quality Management (TQM) tereksekusi secara efektif melalui empat temuan utama. Pertama, tahap perencanaan dan pengorganisasian diwujudkan melalui kesepakatan MoU dengan skema Resource Sharing (pemanfaatan alat) serta inovasi tata kelola "Satu Angkatan Satu Kru" berbasis talent mapping guna mengoptimalkan efisiensi operasional. Kedua, tahap pelaksanaan mengadopsi Cognitive Apprenticeship dan Peer-Assisted Learning (Zone of Proximal Development) yang sukses menghadirkan iklim kerja industri nyata. Ketiga, pengawasan menggunakan instrumen Iceberg Model untuk mengukur resiliensi dan etika kerja, serta parameter estetika Mise-en-scene untuk memvalidasi kualitas keterampilan teknis (hard skill). Keempat, dampak kolaborasi menghasilkan peningkatan nilai produksi (production value) karya film siswa yang dieksibisikan kepada publik melalui program "Layar Tancap Pelajar". Program eksibisi ini sekaligus berfungsi sebagai instrumen Educational Public Relations yang terbukti berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kesimpulannya, manajemen kolaborasi DUDI yang terstruktur dan adaptif mampu mengatasi keterbatasan sarana prasarana sekolah sekaligus mengkalibrasi kompetensi lulusan agar selaras dengan standar profesional industri perfilman.
Copyrights © 2026