Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sistem poin dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMA Negeri 1 Maros, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta mengetahui perubahan kedisiplinan peserta didik setelah penerapan sistem tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, guru, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem poin dilakukan secara terstruktur melalui penetapan aturan pelanggaran, pencatatan akumulasi poin, serta pembinaan melalui layanan konseling. Faktor pendukung meliputi kejelasan aturan, dukungan kepala sekolah, keterlibatan guru, pemanfaatan teknologi pengawasan, serta komunikasi dengan orang tua. Adapun faktor penghambat antara lain intervensi pihak luar, rendahnya kesadaran sebagian peserta didik, dan inkonsistensi penerapan aturan. Penerapan sistem poin menunjukkan perubahan positif terhadap kedisiplinan peserta didik yang ditandai dengan menurunnya tingkat pelanggaran dan meningkatnya kepatuhan terhadap tata tertib sekolah. Selain itu, pembinaan melalui konseling turut mendorong terbentuknya kesadaran disiplin secara internal. Dengan demikian, sistem poin tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendalian perilaku, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter disiplin peserta didik.
Copyrights © 2026