p-Index From 2021 - 2026
10.052
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ilmu Administrasi Publik SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya TOMALEBBI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Humano: Research Journal Jurnal Ad'ministrare: Jurnal Pemikiran Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Phinisi Integration Review Jurnal Office JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Musamus Journal of Public Administration Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik PINISI Discretion Review Prosiding Conference on Research and Community Services Tax Literacy and Leadership Agility: Indigenous Peoples Awareness in Paying Taxes Pinisi Business Administration Review Indonesian Journal of Social and Educational Studies Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Socio-Economic and Humanistic Aspects for Township and Industry Pinisi Journal of Community Service International Journal of Humanities, Education, and Social Sciences Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Jurnal Ad'ministrare: Jurnal Pemikirian Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran Prosiding Seminar Nasional Ilmu Hukum Proceeding of The International Conference on Social Sciences and Humanities Innovation Journal of Innovation and Sustainable Services
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN DI KELURAHAN TIDUNG KOTA MAKASSAR RAHMANIAR .; IMAM SUYITNO; . RIFDAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 3, September 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.804 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata cara pemungutan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan di Kelurahan Tidung sudah berjalan secara efektif dan untuk mengetahui penerapan sanksi administrasi bagi wajib retribusi yang melanggar ketentuan perda Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/kebersihan di Kelurahan tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Mengambil sampel sebanyak 12 orang. Prosedur pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan  komponen utama yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Tata cara pemungutan retribusi sampah di Kelurahan Tidung tidak berjalan secara efektif karena tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan, tata cara pemungutan retribusi sampah di kelurahan Tidung pada umumnya melalui pihak ketiga dan tidak sesuai dengan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD). 2) Penerapan sanksi administrasi dalam Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan di Kelurahan Tidung belum pernah di terapkan oleh kepala kelurahan Tidung. Sanksi yang diberikan hanya berupa tidak diangkutkan sampahnya bagi wajib retribusi yang melanggar perda tersebut.Kata Kunci : Implementasi, Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan.  ABSTRACT: This study aims to find out the procedure of collecting levies for waste / cleaning service in Tidung Village has been run effectively and to know the implementation of administrative sanction for compulsory levies that violate the provisions of Local Regulation No. 11 of 2011 on Retribution of Service of Waste / Cleanliness in Tidung Village. This research uses qualitative approach. Taking a sample of 12 people. The data collection procedure used is observation, interview, and documentation. Using qualitative data analysis techniques with the main components of data reduction, data presentation, conclusion and verification. The results of this study indicate that, 1) The procedure of collecting the garbage levy in Tidung Village is not running effectively because it is not in accordance with Regional Regulation Number 11 of 2011 on the levy of garbage / cleaning service, the procedure of collecting the garbage levy in Tidung urban village generally through third party and not in accordance with the Local Levies (SKRD). 2) Implementation of administrative sanction in Regional Regulation Number 11 Year 2011 on Tariff Service / Garbage Service Levy in Tidung Village has not been applied by Tidung urban village head. Sanctions given only in the form of not garbage dikangkutkan for mandatory retribution in violation of the regulation.Keywords: Implementation, Garbage Service Levy / Cleanliness.
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEWARGANEGARAAN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SMA NEGERI 1 KAHU KABUPATEN BONE AYU ASTUTI; . RIFDAN
Jurnal Tomalebbi Volume 1, Nomor 3, Desember 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.536 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu: (1) Relevansi kegiatan kepramukaan dengan pengembangan nilai-nilai kewarganegaraan; (2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengembangan nilai-nilai kewarganegaraan melalui kegiatan kepramukaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara serta dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Pengurus Inti Pramuka SMA Negeri 1 Kahu Kabupaten Bone sebanyak 12 orang. Analisis data yang digunakan adalah mendeskripsikan hal-hal berdasarkan hasil pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Relevansi kegiatan Pramuka di SMA Negeri 1 Kahu  sangat menunjang dalam menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan khususnya nilai karakter bangsa peserta didik. Nilai karakter bangsa yang dapat dikembangkan meliputi nilai religius, cinta tanah air, kedisiplinan, tanggung jawab, semangat kebangsaan, kreativitas, peduli lingkungan, kerjasama, dan keberanian. Hal tersebut dapat dilihat melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam kepramukaan. Seperti: (a) Perkemahan dapat membentuk karakter mandiri, peduli lingkungan dan kerja sama. (b) Ketangkasan pioneering dapat membentuk karakter keberanian, ketelitian, percaya diri, ketekunan, kerja sama dan kesabaran. (c) Keterampilan tali temali membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama, dan tanggung jawab. (d) Penjelajahan dengan tanda jejak dapat membentuk karakter religius, toleransi, cinta tanah air, peduli lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab. Dengan adanya pendidikan nilai karakter bangsa yang dilakukan dalam kegiatan kepramukaan, sedikit demi sedikit sikap dan perilaku anak (anggota Pramuka) mulai mengalami kemajuan secara progresif. (2) Faktor yang mendukung kegiatan dalam pengembangan nilai-nilai kewarganegaraan yaitu sarana prasarana yang menunjang, dimasukkannya pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakulikuler wajib, kualitas pembina serta adanya dukungan dari keluarga. Hambatan yang ada dibagai menjadi dua yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal. Hambatan internal antara lain yaitu rasa kelelahan anak-anak karena banyaknya tugas dari sekolah, terbatasnya dana kegiatan untuk mengembangkan nilai karakter bangsa melalui kegiatan kepramukaan. Hambatan ekstrenal yaitu perbedaan lingkungan berkarakter antara lingkungan sekolah dengan lingkungan masyarakat sekitar.KATA KUNCI    :    Pengembangan Nilai-nilai Kewarganegaraan, Kegiatan       Ekstrakurikuler, Kepramukaan
STUDI PENGGUNAAN ALOKASI DANA DESA DI DESA PISING KECAMATAN DONRI-DONRI KABUPATEN SOPPENG DALAM PENINGKATAN PEMBANGUNAN . NURDALIA; HERI TAHIR; . RIFDAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 4, Desember 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.2 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i4.6735

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban penggunaan alokasi dana desa di Desa Pising Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mencapai tujuan penelitian maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian selanjutnya diolah dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengetahui penggunaan alokasi dana desa di Desa Pising Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) perencanaan penggunaan alokasi dana desa dilaksanakan bersamaan dalam perencanaan penyusunan APB Desa oleh Pemerintah Desa Pising yang selanjutnya dibahas dalam rapat pembahasan APB Desa. 2) pelaksanaan penggunaan alokasi dana desa dilaksanakan dalam tiga bentuk kegiatan oleh pemerintah desa Pising yang terdiri dari pelaksanaan pemerintahan, pembangunan infrastruktur sarana kantor desa dan pemberdayaan masyarakat. 3) pertanggungjawaban penggunaan alokasi dana desa dilakukan oleh pemerintah desa pising kepada pemerintah kabupaten Soppeng yang tergabung dalam pertanggungjawaban APB Desa yang dilakukan pada akhir tahun anggaran. Kata Kunci: Alokasi Dana Desa, Perencanaan, Pelaksanaan, Pertanggungjawaban, pembangunan   ABSTRACT: This study aims to determine the planning, implementation and accountability of the use of village fund allocation in the Pising Village, Donri-Donri District, Soppeng Regency. This research is a qualitative descriptive study. To achieve the research objectives, researchers use data collection techniques through interviews and documentation. The data obtained from the results of the study were then processed using qualitative analysis to determine the use of village fund allocation in the Pising Village, Donri-Donri District, Soppeng Regency. The results of this study indicate that: 1) planning the use of village fund allocation is carried out simultaneously in the planning of Village APB preparation by the Pising Village Government which is then discussed in the APB Village discussion meeting. 2) the implementation of the use of village fund allocations was carried out in three forms of activities by the Pising village government consisting of the implementation of government, the construction of village office infrastructure and community empowerment. 3) accountability for the use of village funds allocation is carried out by the village government pising to the Soppeng district government which is incorporated in the Village APB accountability carried out at the end of the fiscal year. Keywords: Village Fund Allocation, Planning, Implementation, Accountability, Development
KINERJA PEGAWAI DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN MALLAWA KECAMATAN MALLUSETASI KABUPATEN BARRU DERMAWAN DWI PUTRA; . RIFDAN; FIRMAN UMAR
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 4, Desember 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.775 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i4.6739

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui kinerja pegawai dalam pelayanan publik, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat kinerja pegawai dalam pelayanan publik, (3) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam pelayanan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan data primer 10 orang pegawai dan 5 orang tokoh masyarakat dan menggunakan tekhnik penentuan informan yaitu snowball.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja pegawai dalam pelayanan publik di Kelurahan Mallawa Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru telah menunjukkan hasil yang baik, hal ini karena dibandingkan dengan Kelurahan lain yang ada di Kabupaten Barru Kelurahan Mallawa telah meraih prestasi sebagai Kelurahan dengan pelayanan administrasi terbaik se Kabupaten Barru pada tahun 2017, (2) Faktor penghambat kinerja pegawai dalam pelayanan publik di Kelurahan Mallawa Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru yaitu terdiri dari faktor internal meliputi, (a) sarana dan prasarana yang belum memadai, (b) masih ada pegawai yang belum mahir menggunakan komputer, (c) tidak semua pegawai menerapkan disiplin waktu, sedangkan faktor eksternal meliputi (a) masyarakat yang kurang melengkapi data yang dibutuhkan, (b) masyarakat yang cenderung bersikap tidak sabaran pada saat pelayanan, (3) Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam pelayanan publik di Kelurahan Mallawa Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru meliputi, (a) mengatasi keterbatasan sarana yang kurang memadai dengan menggunakan sarana lain untuk mengolah data yang mempunyai fungsi yang sama, (b) meningkatkan kinerja pegawai dengan melatih sikap disiplin, (c) melakukan pelatihan mandiri. Kata Kunci    : Kinerja, Pegawai, Pelayanan Publik ABSTRACT: This study aims to find out: (1) To determine the performance of employees in public services, (2) To determine the factors that hinder the performance of employees in public services, (3) To find out the efforts made to improve employee performance in public services. To achieve this goal the researcher uses data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data that has been obtained from the research results is processed using qualitative descriptive analysis with primary data of 10 employees and 5 community leaders and using the informant determination technique namely snowball .. The results of the study show that: (1) Employee performance in public services in Kecamatan Mallawa District Mallusetasi Barru Regency has shown good results, this is because compared to other villages in Barru District Mallawa Village has achieved achievements as the Village with the best administrative services in Barru Regency in 2017, (2) Factors inhibiting employee performance in public services in Mallawa Village, Mallusetasi District, Barru Regency, which consists of internal factors including, (a) inadequate facilities and infrastructure, (b) there are still employees who are not yet proficient at using computers, (c) not all employees apply time discipline, while external factors include ( a) people who lack me complete the data needed, (b) people who tend to be impatient at the time of service, (3) Efforts made to improve employee performance in public services in Mallawa Village, Mallusetasi District, Barru Regency include, (a) overcoming the inadequate facilities with using other means to process data that has the same function, (b) improve employee performance by practicing discipline, (c) conducting independent training. Keywords: Performance, Employees, Public Services
ANALISIS KEPATUHAN PESERTA DIDIK TERHADAP TATA TERTIB SEKOLAH (STUDI PADA SMAN 1 PENRANG KABUPATEN WAJO ) EKA RUSNAENI; . RIFDAN
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.712 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengertahui: 1) Kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib di SMAN 1 Penrang, 2) Upaya-upaya yang dilakukan sekolah untuk membina kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib di SMAN 1 Penrang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui, dokumentasi, observasi, dan wawancara.Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengetahui 1.Kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib di SMAN 1 Penrang. 2. Upaya-upaya yang dilakukan sekolah untuk membina kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib di SMAN 1 Penrang. Sumber data dalam penelitian ini yaitu :1. Sumber data primer, berjumlah 20 orang. 2. Sumber data sekunder, dokumen tentang tata krama dan tata tertib kehidupan sosial bagi siswa dan juga dokumentasi kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib di SMAN 1 Penrang. Hasil penelitian menunjukan, 1) Kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib sekolah di SMAN 1 Penrang berjalan dengan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan, rata-rata peserta didik di SMAN 1 Penrang sudah mematuhi tata tertib yang ada sehingga tidak banyak pelanggaran yang terjadi,adapun pelanggaran yang terkadang muncul yakni hanya pada jenis pelanggaran ringan saja(tidak memasukkan baju dalam celana, berhias yang berlebihan). Faktor yang merupakan dasar kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib sekolah adalah Hedonist, dan tipe kepatuhannya tergolong pada Conformist Hedonist.  2) Upaya-upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk membina kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib sekolah dilakukan dengan pemberian/penyampaian sosialisasi tentang pentingnya kepatuhan peserta didik terhadap tata tertib sekolah, pemeriksaan secara insidentil, pengawasan individu(pengawasan/kontrol yang ketat), pemberian sanksi yang tegas terhadap pelaku pelanggaran.KATA KUNCI : Analisis, Kepatuhan, Tata Tertib Sekolah dan peserta didik ABSTRACT: This study aims to mengertahui: 1) Compliance learners to order in SMAN 1 Penrang, 2) Efforts are schools doing to foster adherence to discipline learners in SMAN 1 Penrang. To achieve these objectives the researchers used data collection techniques through documentation, observation, and wawancara.Data which has been obtained from the study were processed using qualitative analysis to determine 1.Kepatuhan learners to order in SMAN 1 Penrang. 2. Efforts are schools doing to foster adherence to discipline learners in SMAN 1 Penrang. Sources of data in this study are: 1. The primary data source, a total of 20 people. 2. Secondary data sources, documents about the etiquette and rules of social life for students as well as compliance documentation learners to order in SMAN 1 Penrang. The results showed, 1) Compliance learners against school rules at SMAN 1 Penrang went well. This is evidenced by the average of students in SMAN 1 Penrang already comply with the discipline, so not a lot of violations, while the violations that sometimes appears that just the kind of minor offenses only (does not include underwear pants, ornate excessive) , Factors that are the basis of compliance learners to school discipline is Hedonist, and the type of compliance belong to conformist Hedonist. 2) The efforts made by the school to foster compliance with learners on school discipline done by providing / delivery dissemination of the importance of compliance learners to school discipline, examinations incidental, individual supervision (supervision / control tight), sanctions are firmly against violators.KEYWORDS: Analysis, Compliance, Discipline Schools and Learners
PENANGANAN PELANGGARAN PILKADA TAHUN 2018 OLEH PANWASLU DI KELURAHAN DUALIMPOE KECAMATAN MANIANGPAJO KABUPATEN WAJO Nurul Uliah; Prof. Dr. Rifdan, M.Hum; Dr. Mustaring, M.Hum
Jurnal Tomalebbi Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Juni 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT, This article describes the problem of Handling 2018 Election Violations by Panwaslu in Dualimpoe Village, Maniangpajo District, Wajo Regency. This study aims to gain knowledge about: (1) the implementation of the 2018 elections in Dualimpoe Village, Maniangpajo District, Wajo Regency, (2) forms of election violations that occurred in Dualimpoe Village, Maniangpajo District, Wajo Regency and (3) steps taken by Panwaslu in handling 2018 election violations in Dualimpoe Urban Village, Maniangpajo District, Wajo Regency. This type of research is descriptive research and uses a qualitative research approach. The data sources used are primary data and secondary data. Primary data are 3 Dualimpoe Urban Village Apparatus, 3 Dualimpoe community leaders and 3 Wajo District Supervisory Committee members. While secondary data are laws, books, journals, papers, and materials from the internet. Data collection techniques include: Observation, Interview and Documentation. Data analysis used in this qualitative study is data reduction, data display and decision making or verification. The results showed that: (1) The implementation of the 2018 elections in Dualimpoe Village, Maniangpajo Sub-District, Wajo Regency, Panwaslu Wajo Regency conducted tracing and deepening of the eight cases which proved to be a violation of the general election. Among them at the update stage proved a violation of election administration. During the candidacy stage, one election administration violation was identified and two ASN violations were proven. At the campaign stage there was one violation of election administration and two violations of ASN. And at the stage of the period of calm proved a violation of election administration. (2) As for the forms of election violations that occur in Wajo Regency, including four violations of the administration of elections and four violations of the ASN (State Civil Apparatus). (3) as well as steps for handling 2018 election violations carried out by Wajo Regency Election Supervisory Committee including Wajo Regency Election Supervisory Committee have recommended all violations of election administration to the Wajo Regency KPU to be followed up. The Wajo Regency Supervisory Committee has also recommended all violations of the State Civil Apparatus to be followed up by the State Civil Apparatus Commission.ABSTRAK, Artikel ini menguraikan masalah Penanganan Pelanggaran Pilkada Tahun 2018 oleh Panwaslu di Kelurahan Dualimpoe Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo.      Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan mengenai: (1) pelaksanaan Pilkada Tahun 2018 di Kelurahan Dualimpoe Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo, (2) bentuk-bentuk pelanggaran pemilu yang terjadi di Kelurahan Dualimpoe Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo dan (3) langkah-langkah yang dilakukan Panwaslu dalam penanganan pelanggaran Pilkada tahun 2018 di Kelurahan Dualimpoe Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu 3 orang Aparat Kelurahan Dualimpoe, 3 orang tokoh masyarakat Dualimpoe dan 3 orang anggota Panwaslu Kabupaten Wajo. Sedangkan data sekunder yaitu undang-undang, buku-buku, jurnal, paper, dan bahan dari internet. Teknik pengumpulan data meliputi: Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini yaitu reduksi data, display data dan pengambilan keputusan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pelaksanaan Pilkada Tahun 2018 di Kelurahan Dualimpoe Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo, Panwaslu Kabupaten Wajo telah melakukan penelusuran dan pendalaman kasus terbukti delapan diantaranya sebagai pelanggaran pemilihan umum. Diantaranya pada tahapan pemutakhiran terbukti satu pelanggaran administrasi pemilu. Pada tahapan pencalonan terbukti satu pelanggaran administrasi pemilu dan dua pelanggaran ASN. Pada tahapan kampanye terbukti satu pelanggaran administrasi pemilu dan dua pelanggaran ASN. Dan pada tahapan masa tenang terbukti  satu pelanggaran administrasi pemilu. (2) adapun bentuk-bentuk pelanggaran pemilihan umum yang terjadi di Kabupaten Wajo diantaranya empat pelanggaran administrasi pemilihan umum dan empat pelanggaran ASN (Aparatur Sipil Negara). (3) serta langkah-langkah penanganan pelanggaran pilkada tahun 2018 yang dilakukan oleh Panwaslu Kabupaten Wajo diantaranya yaitu Panwaslu Kabupaten Wajo telah merekomendasikan semua pelanggaran administrasi pemilihan umum kepada KPU Kabupaten Wajo untuk ditindaklanjuti. Panwaslu Kabupaten Wajo juga telah merekomendasikan semua pelanggaran Aparatur Sipil Negara untuk ditindaklanjuti oleh Komisi Aparatur Sipil Negara.
PENERAPAN NILAI KARAKTER BANGSA DI UNIT KEGIATAN MAHASISWA PRAMUKA GUGUSDEPAN 08.095 DAN GUGUSDEPAN 08.096 DI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR . SAMSIDAR; ANDI KASMAWATI; . RIFDAN
Jurnal Tomalebbi Vol 5, No 2 (2018): Volume V, Nomor 2, Juni 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.362 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelian ini bertujuan: (1) mengetahui penerapan nilai karakter bangsa dalam kegiatan pramuka di UKM Pramuka UNM (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai karakter bangsa dalam kegiatan pramuka di  UKM Pramuka UNM. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara serta dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah anggota UKM Pramuka UNM. Sebanyak 8 orang. Analisis data yang digunakan adalah mendeskripsikan hal-hal berdasarkan hasil pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Penerapan nilai karakter bangsa dalam kegiatan pramuka di UKM pramuka UNM menerapkan nilai karakter bangsa terutama nilai religius, nilai disiplin, nilai tanggung jawab, nilai toleransi dan nilai kreatif. Hal tersebut dapat dilihat melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Faktor yang mendukung dalam penerapan nilai karakter bangsa yaitu universitas, Pembina dan anggota UKM pramuka lainyya. Dan faktor penghambat penerapan nilai karakter bangsa di UKM Pramuka yaitu dimana masih adanya anggota UKM Pramuka yang kurang memahami dan mengamalkan kode kehormatan Pramuka. Kata Kunci: Nilai karakter bangsa, Pramuka  ABSTRACT: This study aims to: (1) determine the application of national character values in scouting activities in UNM Scout SMEs (2) know the supporting factors and inhibitors of the application of national character values in scouting activities at UNM Scout SMEs. This research is qualitative research. Data collection techniques used are, observation, interviews and documentation. The informants in this study were members of the UNM Scout UKM. A total of 8 people. Data analysis used is describing things based on the results of data collection. The results showed that: 1. The application of national character values in scouting activities at UNM scout SMEs applied the values of national character, especially religious values, values of discipline, values of responsibility, values of tolerance and creative values. This can be seen through various activities carried out. Factors that support the implementation of the nation's character values are universities, coaches and other SC scout members. And the inhibiting factor of the implementation of the nation's character values in Scout SMEs is where there are still members of UKM Scouts who do not understand and practice the Scout honor code. Keywords: National character value, Scouts
PERANAN GURU PKn DALAM MENANGGULANGI MASALAH KENAKALAN REMAJA DI SEKOLAH (STUDI DI SMA NEGERI 12 SINJAI) HAJAR AFIA; . RIFDAN; MUHAMMAD AKBAL
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 3, September 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.628 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i3.5575

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1)Peranan guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja di sekolah, 2) upaya yang dilakukan guru Pendidikan Kewarganegraan dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja di sekolah. 3) Kendala-kendala yang dihadapi guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan mengambil informan sebanyak 2 orang guru pendidikan kewarganegaraan dan 9 peserta didik. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah menggunakan teknik analisis data dengan tiga komponen utama yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peranan guru pendidikan kewarganegaraan dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja di sekolah yaitu: sebagai pembimbing, agen moral dan model atau teladan.  2) upaya yang dilakukan guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja di sekolah dalam proses pembelajaran yaitu mencari tahu masalah yang dialami peserta didik, melakukan pendekatan secara khusus yakni bimbingan yang diberikan secara pribadi dan mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seperti Kajian Jum’at (Kamat). 3) kendala-kendala yang dihadapi guru Pendidikan kewarganegaraan dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja di sekolah yaitu Kurangnya Kesadaran Peserta didik, Kurangnya Pengetahuan Peserta didik mengenai akibat kenakalan yang diakukan, Pergaulan peserta didik dengan teman yang nakal dan Kurangnya pengawasan serta perhatian orang tuaKata Kunci : Guru, Kenakalan Remaja ABSTRACT: This study aims to find out: 1) The role of Civic Education teachers in tackling the problem of juvenile delinquency at school, 2) the efforts made by the teacher of Citizenship Education in tackling the problem of juvenile delinquency in school. 3) Constraints faced by Civic Education teachers in tackling juvenile delinquency problems at school. This research uses qualitative approach and descriptive qualitative research type with data collection technique through observation, interview, and documentation. By taking informants as much as 2 civic education teachers and 9 students. The data have been obtained from the results of research processed using data analysis techniques with three main components of data reduction, data presentation, conclusion and verification. The results showed that: 1) The role of civic education teachers in tackling the problem of juvenile delinquency in schools are: as mentors, moral agents and models or role models. 2) the efforts of Civic Education teachers in tackling the problem of juvenile delinquency in school in the learning process is to find out the problems experienced by learners, to approach specifically the guidance given in private and include learners in extracurricular activities in schools such as Studies Fri ' at (Kamat). 3) the constraints faced by teachers Citizenship education in tackling the problem of juvenile delinquency in school that is Lack of Awareness Learners, Lack of Knowledge Learners about the consequences of delinquency is made, the association of learners with friends who are naughty and Lack of supervision and attention of parentsKeywords: Teacher, Juvenile Delinquency
KONTRIBUSI PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PPKN (STUDI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BANTAENG) IRMAWATI .; . RIFDAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.034 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i1.3674

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1). Kompetensi profesional guru PPKn di Madarasah Aliyah Negeri Bantaeng (2). Hambatan yang timbul dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PPKn di Madarasah Aliyah Negeri Bantaeng. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengempulan data melalui, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kompetensi profesional guru PPKn yang telah lulus PLPG di MAN Bantaeng belum sepenuhnya terlaksana  dengan baik hal ini di tunjukkan bahwa dari lima indikator kompetensi profesional diantaranya: Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata palajaran yang diampu, Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu, Mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreati, Mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, Memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan pengembangan diri. Masih ada indikator dari kompetensi profesional yang belum terlaksana yaitu memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi, sementara dalam kurikulum 2013 guru dituntut untuk harus memiliki kemampuan atau kompetensi dalam menggunakan tekhnologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. (2) Hambatan yang timbul dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PPKn di MAN Bantaeng datang dari sarana dan prasarana sekolah yaitu minimnya LCD, masih adanya kelas yang tidak memiliki instalasi listrik dan kurangnya buku mata pelajaran untuk peserta didik. Kata Kunci : Kompetensi Profesional, Guru ABSTRACT: This study aims to determine (1). Professional competence of PPKn teachers in Madarasah Aliyah Negeri Bantaeng (2). Barriers arising in improving professional competence of PPKn teachers in Madarasah Aliyah Negeri Bantaeng. To achieve these objectives, the researcher uses data collecting technique through, documentation, observation, and interview. The data that have been obtained from the research results are processed by using qualitative analysis. The results showed that (1) The professional competence of PPKn teachers who have passed the PLPG in MAN Bantaeng has not been well implemented. This shows that from the five indicators of professional competence are: Mastering the materials, structure, concepts, and thinking patterns that support the eyes skilled, proficient in the competency and basic competencies of subjects / fields of development that are developed, develops creativity-enhanced subject matter, develops professionally in a continuous manner with reflective actions, utilizes information and communication technologies to communicate and develop themselves. There are still indicators of professional competence that have not been implemented that is utilizing information and communication technology, while in the curriculum 2013 teachers are required to have the ability or competence in using information and communication technology in the learning process. (2) Obstacles that arise in improving the professional competence of teachers in MAN Bantaeng PPKn come from school facilities and infrastructure is the lack of LCD, there is still a class that does not have electricity installation and lack of textbooks for learners. Keywords: Professional Competence, Teacher    
Implementation of Driving License Issuance Policy at Gowa Police Station Sahabuddin Sahabuddin; Rifdan Rifdan; Haedar Akib; Sitti Hardiyanti Arhas
Jurnal Ad'ministrare Volume 8, Issue 2, July-December 2021
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ja.v8i1.22285

Abstract

A driver's license is proof of the legitimacy of competence, control tools, and police forensic data for someone who has passed the knowledge, ability, and skill test to drive a Ranmor on the road by the requirements specified under the Traffic and Road Transport Act. This study aims to determine the implementation of the policy of issuing a driving license at the Gowa Police Station in terms of resources; and the determinants of the policy implementation of the issuance of a Driving License (SIM in Indonesian) at the Gowa Police. This research method is qualitative with a phenomenological approach. The data sources used primary data through observation and interview instruments which determined nine research informants and secondary data through the review of various documents. The data analysis technique uses an interactive model, namely data collection, data condensation, data presentation, and verification/conclusion. The results of this study indicate that the policy for managing the issuance of SIM at the Gowa Police in terms of resources is not implemented properly, because there are still deficiencies in facilities and infrastructure that can provide a sense of comfort for SIM administrators when receiving services.
Co-Authors . HUSNAYAINI . NURDALIA . SAMSIDAR ., Haerul Abdul Haris Abdul Muin Hafied Abdullah, Asmilah Aco Agus, Andi Adam Junitra Agustang, Andi Ahmad Ihsan Ahmad jamalong Ahyar, M Ahnaf Nadewa Biyangsa Alfadli, Veri Andi Aco Agus ANDI ACO AGUS Andi Alamsyah Rivai Andi Jusriadi Andi Kasmawati Andi Muhammad Idhan Andi Muhammad Idkhan Andi Taufik Annisa F, Nurul Arief, Muhammad Makka Arnika, Mita Arpin, Arpin Arsyad, Ernawati Aslinda, Andi Asmiana Saputri Ilyas Asrina Basri Aswan Usman AYU ASTUTI Baharsa, Pratiwi Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Chairuddin, Andy Chairuddin, M Awal Daming, Mustabir DERMAWAN DWI PUTRA Dr. Mustari, M.Hum Dr. Mustaring, M.Hum Edyanto EKA RUSNAENI Fatmawati A Rahman Febrilia Ade Putri FIRMAN UMAR Fitri, Silviana Fuji Astuti Gani, Hamsu Abdul Haedar Akib Haedar Akib Haedar Akib Haerul Haerul Haerul Haerul Haerul, Haerul HAJAR AFIA Hajar, Andi Baso Halid, A Abd waris Hamsu Abdul Gani Hamsu Abdul Gani Haslinda Jumadi Hasnawi Haris Hasnawi Haris HASNAWI HARIS, HASNAWI Hasrini, Sry Hasruddin HERI TAHIR Herling Herling Herman H, Herman Hermawan, Adi Husain Syam Husain Syam Imam Suyitno Imam Suyitno Imam Suyitno Imam Suyitno Indah Permatasari Indra Irmawati . Irsyad Dhahri Samad Ismanto Ismanto Jasruddin Daud Jayawarsa, A.A. Ketut Kamardy Anugrah Lande, Natan Tanduk LUKMAN ILHAM Lukman Lukman M. Awal Chairuddin Mahendra, Ragus Manan Sailan Manan Sailan Maya Kasmita Megawati Masali Milyan, Milyan Mizan Abdul Wahid Yabuno Mudassir Mudassir Muh Iqbal Jufri Muh. Adirudini Muhammad Agus MUHAMMAD AKBAL Muhammad Akbal Muhammad Ardiansyah Makmur Muhammad Ardiansyah Makmur Muhammad Ardiansyah Makmur Muhammad Guntur Muhammad Idkhan, Andi Muhammad Syukran Muhammad Yusuf MUHAMMAD ZUL AHMADI Muis Muis Mustari Mustari Mustari, Sahdan Mustaring Mustaring Mustika, Viki Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nasruddin Nasruddin Nopriawan Mahriadi Novita Novita Nur Hadriyanti Zainal Nur, Andi Cudai Nurdiana Nurdiana Nurul Uliah Onasis, Andi Rahmadani, Nanang Rahman, Fatmawati A Rahman, Hasan Sas Rahmaniar . Retno Astuti Dwi Anjani Muhajir Ridho Tul Mubaraq Risma Niswaty Rizaputra, Rizaputra Rusyda Al Karimah Sahabuddin Sahabuddin Sahade Samad, Ansyaruddin Sarfan Tabo Sari, Futri Siti Aminah Siti Syarifah Wafiqah Wardah Sitti Hardiyanti Arhas Sopyan Sopyan Suciawati, Heni Sugeng Santoso Sulmiah, Sulmiah Suprapto Suprapto Suprianto Suprianto Suradi Tahmir, Suradi Syaharuddin Syam, Husain Thesya Girl Ramadan Toto Imam Santoso Triono Triono Umar Sugeng Hariyono Wahira Wahira Wahyudi Gani, Andika Yulianto, Arfah Zainatun Zainatun ZUL FIRMAN .H Zulfikar, Muh. Ihsan