Fenomena degradasi moral pelajar di era modern semakin mengkhawatirkan, ditandai dengan meningkatnya perilaku perundungan, menurunnya rasa hormat, serta kecenderungan individualisme akibat penggunaan teknologi yang berlebihan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) belum sepenuhnya mampu membentuk akhlak peserta didik secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis konsep pendidikan hati menurut Al-Ghazali dan pendidikan amal nyata menurut K.H. Ahmad Dahlan sebagai solusi holistik dalam membentengi akhlak pelajar. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan teknik analisis isi dan pendekatan deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Al-Ghazali menekankan pada pembersihan hati (tazkiyatun nafs) sebagai fondasi internal, sedangkan K.H. Ahmad Dahlan menekankan implementasi nilai agama dalam bentuk tindakan sosial nyata sebagai manifestasi eksternal. Sintesis kedua pemikiran ini menghasilkan model pendidikan yang seimbang antara pembinaan spiritual dan praktik sosial. Implementasi dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui penguatan pembiasaan ibadah serta kegiatan sosial berbasis proyek. Dengan demikian, ketahanan moral pelajar dapat terbentuk secara lebih kuat dalam menghadapi tantangan era modern.
Copyrights © 2026